Fasilitas Pendukung Internasionalisasi Plugin WordPress

Bagi Anda para pengembang plugin yang menginangkan pengembangan pluginnya di repositori resmi WordPress, kini tersedia fitur baru untuk mempermudah proses internasionalisasi plugin Anda. Jika Anda masuk ke halaman admin plugin Anda, terdapat panel untuk:

  • Menciptakan berkas .pot
  • Menyisipkan domain ke panggilan gettext

pluginadmin

Bagi Anda yang tidak menggunakan repositori resmi WordPress, sebagai alternatif cara untuk menciptakan berkas .pot, Anda dapat menggunakan berkas makepot.php dan menjalankan perintah berikut melalui command line.

php makepot.php wp-plugin your-plugin-directory

Jika Anda lebih suka dengan versi skrip shell, Anda dapat membuat sendiri skrip khusus untuk plugin Anda, seperti yang biasa saya gunakan ini: commentmailer-gettext. Sesuaikan dengan plugin Anda.

Untuk informasi lebih lanjut tentang internasionalisasi untuk plugin, silakan baca artikel codex berikut.

Rilis Pelokalan WordPress 2.3.3 dan Error 400 Bad Request

Barusan merilis pelokalan WordPress versi 2.3.3. Maaf karena agak telat, karena rilis ini darurat, sangat mendadak, tidak ada woro-woro dulu di milis wp-polyglot, dan juga tidak ada versi Release Candidate sebelumnya.

Selain itu, saya juga bermasalah dengan klien SVN saya. Setiap saya check out atau update, saya selalu memperoleh pesan error 400 Bad Request. Ternyata pokok permasalahannya ada proksi yang terletak di antara saya dan server SVN WordPress. Akhirnya berkat pencerahan dari sini, saya bisa checkout lewat SSL.

Ayo, silakan memutakhirkan instalasi WordPress Anda. Unduh pelokalannya dari sini.

WordPress 2.3.2 Bahasa Indonesia

WordPress 2.3.2 sudah dirilis hari ini. Dari log Subversion sih, saya lihat pukul 4:39:28 WIB hari ini baru ditag oleh Ryan Boren. Dan sore ini versi Bahasa Indonesianya bisa langsung diunduh di tempat biasa. Dan lagi, Bahasa Indonesia menjadi pelokalan pertama yang dirilis :D. Tadinya pengen posting PERTAMAX!! di mailing list nya wp-polyglots, tapi setelah dipikir-pikir, nanti keliatan banget kebiasaan jeleknya blogger dari Indonesia. :D

Monggo diunduh. Semoga dengan awalnya rilis tidak membuat kesalahan-kesalahan dalam pemaketannya :D.

Tadinya ingin posting ini sebelum Maghrib, tapi mati lampu dan keburu berangkat kopdar. Akhirnya posting ini saya terbitkan dari lokasi kopdar di rumahnya mas didut setelah kenyang makan kare.

Fitur WordPress 2.4 untuk Para Pecinta Fotografi

Kemarin saya mencoba-coba mengintip janin WordPress 2.4 kini sudah dalam trimester ke 3. Umur-umur segini memang tepat waktunya untuk menyinkronkan berkas pelokalan Bahasa Indonesia, supaya nanti proses persalinannya bisa berlangsung normal (rilis versi Bahasa Indonesianya tidak terlambat). :D

Jadi langsung saja saya perbarui salinan kerja SVN WordPress ke HEAD nya, saat itu revisi 6342. Setelah skrip shell untuk menggenerasi berkas templat (wordpress.pot) saya eksekusi, saya gunakan berkas yang dihasilkan untuk untuk memperbarui berkas pelokalan Bahasa Indonesia yang terakhir (2.3.1). Ketika membukanya di poEdit, saya terkejut melihat stringstring barunya, terutama adanya kata-kata ini: Aperture, Focal Length, ISO dan Shutter Speed. Hah.. Serius?

String-string dalam WordPress 2.4

Selengkapnya

CommentMailer Localization on The Fly

Being one of WordPress localization maintainer, I’m concerned to the fact that WP should be internationally accepted and easily localized into many languages. It applies to plugins too, so I always gettext all WP plugins I ever wrote (unfortunately only 2 of them are fully maintained and available for download here). :)

Lately I’ve been working on my 2nd plugin–commentmailer (currently in ver 0.1)–and found that it needs special i18n treatment. Unlike most plugins that need gettext to localize their appearance on the web page, commentmailer prints the localized strings into an e-mail.

Even as a non-English blog author, sometimes you do need to answer your visitor’s comment in English. More than that, if you are a true polyglot and writes your blog in several languages, you will also have to answer the comment in as many languages as you use. If you use commentmailer plugin to email those answers, you probably want to localize the email depending on the content language.

I’ve provided the localization schema to commentmailer since the first time I released it. But switching which language to use is as painful as changing your WordPress locale environment, unless you are using some multilingual plugin.

So I put some function that makes commentmailer prompt the user (blog author) with an option of which language he/she want to use to answer the visitor’s comment. It searches for commentmailer localization files inside your plugin dir and print a locale selection menu to your comment form.

Here’s what you need to do to take some advantage of this new feature:

  1. Update your commentmailer plugin to the latest version
  2. Use the localization template (commentmailer.pot) included in the distribution file to localize the plugin. Name your localization file (the machine object) commentmailer-[locale].mo and put it directly inside the plugin directory–next to commentmailer.php
  3. Using the corresponding WordPress localization is recommended since it will localize the date format printed in you e-mail
  4. When you are writing a reply in the comment form, select the language in which you are writing
  5. Of course you have to write the comment content in your language to match your preferred locale