Aksara Nusantara

Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut kota juga merupakan bukti bahwa, walaupun aksara ini telah hampir sepenuhnya tergantikan oleh aksara latin, sebenarnya bangsa kita masih cinta dan bangga atas kekayaan negeri kita yang satu ini. Sebagai contoh, penggunaan aksara Jawa pada papan nama jalan di berbagai penjuru kota Surakarta dan Yogyakarta. Atau penerapan yang sama pada aksara Arab Melayu di kota Pekanbaru belakangan ini.

Aksara Jawa

 

Aksara Sunda

 

Berbicara tentang aksara tradisional, awal tahun 2008 ini diwarnai dengan dimulainya sebuah proyek sumber terbuka yang diberi nama Aksara Nusantara. Proyek yang dikomando oleh Pak Mohammad DAMT ini bertujuan membuat sistem yang baku untuk menciptakan, menyunting dan menampilkan dokumen elektronik berbahasa daerah di Indonesia menggunakan aksara tradisional masing-masing. Sistem penulisan dan penampilan dokumen akan mengikuti standar Unicode sehingga diterima secara universal di seluruh dunia.

Selengkapnya

Migrasi dari Mandriva 2007 ke Kubuntu 6.10

cd_kubuntuAkhirnya kemarin Live CD kubuntu 6.10 yang aku pesan gratis dari shipit.ubuntu.com datang. Yang aku pesan terdiri dari 10 Live CD (2 untuk 64-bit PC & 8 untuk i-x86 PC). Satu aku taruh di Sekretariat BEM KU Undip, satu diminta adekku, satu lagi aku kasih ke Ferdy, temanku. Setelah chit-chat sama mas Yogie, akhirnya aku instal juga, menggantikan instalasi Mandriva 2007 yang sudah ada di komputerku.

Sebenarnya bukan apa-apa sih, aku migrasi dari Mandriva 2007 ke kubuntu 6.10. Cuma ingin menjajal saja. Lagipula gara-gara tidak puas dan sok pengen tahu waktu menginstal Mandriva, jadi banyak software-software & modul-modul yang tidak terpakai sama sekali (dan tidak tahu untuk apa :D) dari 4 CD instalasi Mandriva 2007 yang aku dapat dari Hari. Lalu, aku juga sering menemui masalah dalam menginstal software baru. Aku juga jadi bingung kalau mau mengoprek harus mulai dari mana. Mudah-mudahan dengan memakai yang lebih simpel (1 Live CD kubuntu 6.10), belajar Linux bisa jadi lebih gampang.

Satu hal yang membuat aku bingung, di situsnya tertulis kalau versi Live CD yang bisa kita order gratis masih versi 6.06. Tapi yang aku dapat justru versi 6.10 yang lebih baru.

Belum punya komentar untuk yang satu ini karena belum sempat menjelajah. Mungkin besok setelah latihan membedah kelinci baru aku coba untuk membedah kubuntu :d.

Menginstal FileZilla di USB FlashDisk

FileZilla ScreenshotFileZilla – sebuah peranti lunak klien FTP (File Transfer Protocol) yang bersifat Open Source semakin banyak digunakan dan mulai menyingkirkan penggunaan peranti lunak sejenis lainnya. Namun mungkin sebagian pengguna belum menyadari bahwa sebenarnya peranti lunak ini sangatlah portabel.

Laiknya sebuah klien FTP, ukuran program ini tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan USB FlashDisk – media penyimpanan yang dimiliki oleh sebagian besar orang yang sering bersentuhan dengan komputer. Lebih lagi, dalam proses instalasi kita diberi pilihan untuk menyimpan konfigurasi untuk program ini di dalam Windows registry atau dalam sebuah file XML yang diletakkan dalam direktori yang sama. Dengan memilih opsi yang kedua tentunya menjadikan program ini dapat diinstal di mana pun termasuk di dalam USB FlashDisk sendiri. Ruang yang digunakan paska proses instalasi pun kecil, tidak lebih dari 20Mb.

Hal ini tentunya amat membantu mereka mobile dan sering diharuskan untuk melakukan FTP ke remote server namun tidak punya mobile internet access. Contohnya para blogger seperti saya ini :D. Memang peranti klien FTP bukanlah merupakan peranti wajib sebuah komputer – berbeda dengan web browser. Saya sudah sejak lama menggunakan cara ini, dan ini benar-benar amat membantu saya.

Bayangkan saja bila tidak bisa begini. Di saat kita harus berhubungan dengan server pribadi kita dan tidak ada komputer yang dilengkapi dengan klien FTP, tentu kita harus melakukan FTP dengan Command Line. Kalau cuma mengunggah/mengunduh satu file sih tidak masalah. Bagaimana kalau puluhan atau ratusan? Alternatif selain Command Line mungkin dengan menggunakan File Manager yang disediakan di server hosting kita menggunakan HTTP dengan web browser, misalnya dengan aplikasi web yang sudah terintegrasi dengan CPanel atau WebCP. Tapi tetap saja itu merepotkan kalau kita berurusan dengan file yang banyak.

Dengan menginstal FileZilla di Flash Diskmu, Anda memiliki akses ke server Anda di manapun Anda berada asalkan di sekitar Anda ada koneksi internet. Cukup menancapkan USB FlashDisk Anda ke komputer di tempat umum yang terkoneksi internet (misalnya warnet) atau laptop teman yang Anda jumpai yang berada dalam cakupan Wireless Network (istilahnya nebeng :p).

OpenMedSpel – Daftar Istilah Medis di dalam Komputer Anda

Fasilitas spellcheck (pemeriksaan ejaan) sudah umum tersedia dan disertakan dalam berbagai peranti lunak pengolah kata, baik yang bersifat komersil seperti Microsoft Word ataupun yang bersifat open source & gratis seperti OpenOffice.org. Fasilitas ini amat membantu para penulis untuk meminimalisir kesalahan pengejaan dan mengurangi waktu untuk proof reading.

Untuk istilah-istilah di bidang tertentu, fasilitas spellcheck di program pengolah kata tersebut dapat diperluas dengan cara menginstal dictionary tambahan. Di bidang medis, terdapat dictionary tambahan (spelling word list) yang cukup lengkap dan bersifat open source sehingga dapat diunduh dan dipakai secara bebas. Peranti lunak itu bernama OpenMedSpel.

OpenMedSpel merupakan sebuah spelling resource berisi ribuan istilah-istilah medis yang dirilis di bawah GPL license. Daftar kata tersebut tersedia dalam format CSV dan teks ASCII sehingga dapat dipergunakan bagi para pengembang peranti lunak yang ingin menambahkan fungsi pemeriksaan ejaan medis pada sebuah aplikasi. Resource file tersebut dapat diunduh dari sini.

OpenMedSpel juga tersedia untuk aplikasi seperti pengolah kata OpenOffice.org atau klien email seperti Thunderbird. Untuk OpenMedSpel untuk OpenOffice.org dapat diunduh di sini, sedangkan untuk Thunderbird di sini.

Istilah-istilah yang tercakup dalam OpenMedSpel terdiri dari:

  • Ribuan nama obat, nama dagang atau nama generik. Saat tulisan ini dibuat, paket yang disediakan telah up to date dengan yang disetujui oleh FDA Amerika Serikat sampai 10 Januari 2007.
  • Istilah anatomi
  • Istilah Dermatologi
  • Istilah Penyakit Dalam
  • Istilah Bedah (termasuk ortopedi dan urologi)
  • Istilah DSM-IV
  • Istilah ICD-9
  • dan lain-lain

Dalam versi yang saya unduh saat artikel ini ditulis telah terdapat 48.728 istilah medis di dalamnya. Saat ini OpenMedSpel hanya tersedia dalam American English. Tidak tertutup kemungkinan akan dirilis dalam bahasa atau lokalisasi lain. Untuk bahasa Indonesia kapan ya? Apa Anda tertantang untuk ikut mengembangkannya?