MedPedia–Ensiklopedia Kolaboratif di Bidang Kedokteran

Image Hosted by ImageShack.us
Logo MedPedia

Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. MedPedia, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke dalamnya. Sebagai wiki bertema spesifik di bidang kedokteran, diharapkan ke depan komunitas kedokteran (para praktisi-praktisi dan akademisi medis) akan menjadi kontributor utamanya sehingga keabsahan dan keakuratan artikel dapat terjaga.

Saat ini situs tersebut masih berada dalam fase closed beta. Kita hanya dapat melihat pratampil situsnya. Para profesional medis dapat mendaftarkan diri untuk menjadi kontributor. MedPedia sendiri sudah menggandeng Harvard, Stanford, Berkeley, U. of Michigan dan American College of Physicians sebagai mitra. Saat ini organisasi-organisasi itu sedang membuat bibit-bibit konten dan membuat taut-taut antar halaman sebagai landasan jaringan konten di wiki ini. Rencananya akhir tahun 2008 ini situs ini baru diluncurkan.

Selengkapnya

Medicine 2.0

Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya.

Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak ada batas tegas kapan web ber-revolusi menjadi versi 2.0. Sebagian orang yang pragmatis pun beranggapan ini cuma jargon untuk kepentingan komersiil belaka.

Dalam segi pengertianpun, berbagai sumber menyebutnya dengan cara berbeda. Namun yang dapat tangkap dan simpulkan, di web 2.0 terdapat perbedaan dalam hal:

  1. Konten web tidak lagi didominasi oleh provider-provider besar yang bergerak di bidang informasi, melainkan bergeser ke arah pengguna, dengan menjamurnya blog, social networking, wiki, video, podcasting dan layanan-layanan lain yang memperbolehkan pengguna mewarnai jagad maya ini
  2. Lebih dinamis. Semua informasi di web selalu bergulir. Jika suatu situs statis, maka ia akan tenggelam di tengah arus informasi situs-situs lainnya
  3. Teknologi-teknologi baru seperti AJAX, sindikasi, dsb

Karena sudah begitu berbedanya web zaman dulu dengan zaman sekarang, maka dikatakan web telah berganti generasi.

Apa hubungannya web 2.0 dengan medicine 2.0?

Selengkapnya

Google untuk Membantu Tegakkan Diagnosis

Sudah bukan rahasia lagi kalau dokter juga menggunakan internet untuk mencari-cari informasi guna membantu menegakkan diagnosa pada kasus-kasus yang sulit. Ada yang meneliti keakuratan hasil diagnosa yang mengandalkan mesin pencari Google pada kasus-kasus yang dipresentasikan dalam NEJM. Mereka membandingkan hasil diagnosa yang diambil berdasarkan penelusuran di mesin pencari tersebut dengan diagnosa akhir yang ditegakkan oleh sang penulis. Hasilnya cukup menarik dan dipublikasikan di BMJ.

Mainan Coronary Bypass

Ada sebuah game Flash yang cukup menarik di mana kita bisa berperan sebagai dokter bedah dalam sebuah simulasi open heart surgery, lebih spesifiknya bypass arteri coronaria. Lumayan buat sekedar iseng-iseng di internet.

Skenarionya, kamu harus melakukan bypass arteri coronaria dengan menggunakan autograft vena saphena dari tungkai kanan pasien. Awas, jangan keliru mengambil arteri femoralis.. :D . Setelah itu, ikuti saja perintah-perintahnya. Gampang kok. Tapi hati-hati, kalau teledor dan operasinya gagal, kamu harus mencari pengacara!

Selengkapnya

Kamus Kedokteran Dorland di Internet

Buku apa yang paling tebal sepengetahuan kamu? Kalau aku ditanya seperti itu aku akan menjawab Dorland. Entahlah, ada gak ya yang lebih tebal lagi? Semoga tidak (for people’s sake). Menurutku, mungkin banyak juga anak kedokteran yang juga menjawab jawaban yang sama jika ditanya. Walaupun tebal tapi buku ini agaknya wajib untuk anak kedokteran.

Buku ini disarankan hanya untuk disimpan di rumah sebagai referensi, tidak untuk dibawa-bawa karena berat. Kecuali kamu bawa di dalam mobil. Kalau tidak pernah dibaca pun tidak akan enak buat bantal tidur karena saking tebalnya. Lebih cocok untuk mengganjal pintu. :)) Versi kamus sakunya juga ada. Tapi aku belum pernah lihat baju atau celana memiliki saku cukup besar sehingga muat untuk disisipkan buku saku itu ke dalamnya.

Lalu, bagaimana jika suatu waktu, di suatu tempat kamu berhasrat membuka-buka kamus ini sedangkan buku ‘berbobot’ ini terpaksa kamu tinggalkan di rumah?

Selengkapnya

Situs Resmi BPN – ISMKI

bpnismkiKemarin aku mendapat kabar dari Hamsa – FK Unud kalau situs resmi BPN – ISMKI (Badan Pers Nasional – Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) telah rampung dan sudah bisa diakses di http://bpnismki.org. Situs tersebut dibuat di atas CMS Mambo – software CMS yang bisa dibilang sangat powerful dibandingkan software-software sejenis.

Kabar gembira tentunya untuk seluruh mahasiswa kedokteran se-Indonesia karena saat ini sudah ada satu media milik bersama yang bisa dijadikan wadah untuk bertukar informasi tentang kedokteran dan kegiatan kemahasiswaan. Salut kepada calon teman sejawat di PCYCO – FK Unud yang telah mengusahakan agar ini dapat terealisir.

Sebenarnya dalam Musyawarah Nasional BPN-ISMKI yang diselenggarakan di FKUI 2-4 Februari lalu saya menitipkan oret-oretan Program Kerja kepada delegasi dari Undip yang saya utus. Di oret-oretan Program Kerja itu saya mengusulkan untuk menggunakan platform blog saja agar mengurangi gap teknologi bagi para jurnalis mahasiswa yang hendak mengisi secara rutin.

Selengkapnya