Pembungkaman Suara Dokter dan Selektivitas (ataukah Subyektivitas) Pers – Fenomena dalam Isu Malpraktik

Saya berani jamin, di antara belantara aksara dalam sebuah halaman surat kabar, kata malpraktik akan memancing mata para pembaca seketika itu juga. Meskipun terkadang tidak menjadi pilihan utama untuk dibaca, namun berita dengan judul yang mengandung kata tadi akan masuk nominasi untuk dibaca lebih awal.

Memang akhir-akhir ini pasien mulai kritis terhadap pelayanan para dokter yang tidak memuaskan. Namun merebaknya pemberitaan media tentang malpraktik, yang terkadang tanpa didasari dengan data-data yang akurat, seakan-akan hanya menjadi pemuas dahaga bagi para pembaca. Tidak peduli apakah setelah dilakukan analisa, insiden tersebut terbukti dapat dikategorikan malpraktik atau bukan, kabar yang sampai ke mata pembaca tetaplah malpraktik. Kalau saya tiru pepatah yang dilontarkan oleh Carver – tokoh antagonis, seorang jurnalis dalam film James Bond: ”Bad News is A Good News”.

Banyak yang belum diketahui oleh masyarakat awam tentang malpraktik. Mereka tidak tahu tentang persentase keberhasilan suatu tindakan medis, prosedur untuk melakukan tindakan medis, serta faktor-faktor tak terduga yang memang tidak dapat diramalkan dengan pengetahuan manusia saat ini. Profesi dokter merupakan profesi yang menuntut tanggungjawab yang besar. Dokter-dokter sering dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang semuanya mengandung risiko. Seterampil dan setinggi apapun ilmu yang dimiliki seorang dokter, tidak dapat menjamin keselamatan pasien, mengingat masih banyak rahasia Allah yang belum terungkap tentang kematian.

Selengkapnya