Aksara Nusantara

Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut kota juga merupakan bukti bahwa, walaupun aksara ini telah hampir sepenuhnya tergantikan oleh aksara latin, sebenarnya bangsa kita masih cinta dan bangga atas kekayaan negeri kita yang satu ini. Sebagai contoh, penggunaan aksara Jawa pada papan nama jalan di berbagai penjuru kota Surakarta dan Yogyakarta. Atau penerapan yang sama pada aksara Arab Melayu di kota Pekanbaru belakangan ini.

Aksara Jawa

 

Aksara Sunda

 

Berbicara tentang aksara tradisional, awal tahun 2008 ini diwarnai dengan dimulainya sebuah proyek sumber terbuka yang diberi nama Aksara Nusantara. Proyek yang dikomando oleh Pak Mohammad DAMT ini bertujuan membuat sistem yang baku untuk menciptakan, menyunting dan menampilkan dokumen elektronik berbahasa daerah di Indonesia menggunakan aksara tradisional masing-masing. Sistem penulisan dan penampilan dokumen akan mengikuti standar Unicode sehingga diterima secara universal di seluruh dunia.

Selengkapnya

Beta Testing Situs WordPress Indonesia dan WordPress 2.3

Sejak beberapa minggu lalu saya dan para penerjemah WordPress lain sedang melakukan beta-testing situs lokal resmi WordPress. Karena saya mengelola repositori pelokalan Bahasa Indonesia WordPress, tanggung jawab pengelolaan situs lokal WordPress Indonesia pun diserahkan kepada saya.

Untuk itu saya ingin mengumumkan beberapa hal:

  1. Situs resmi WordPress Indonesia sudah dapat diakses di http://id.wordpress.org. Saat ini sedang dalam fase beta.
  2. Forum WordPress lokal di mana kita bisa berdiskusi mengenai WordPress sudah dibuat di http://id.forums.wordpress.org. Bagi Anda yang memiliki akun forum WordPress tidak usah mendaftar lagi karena database penggunanya terintegrasi dengan forum internasional.
  3. Sekarang Anda tidak perlu repot-repot melakukan injeksi berkas id_ID.mo ke dalam instalasi WordPress Anda, karena saat ini disediakan rilis lokal WordPress. Anda dapat mengunduh rilis Bahasa Indonesia dari situs lokal WP Indonesia.
  4. Ke depan direncanakan untuk membangun Codex ber Bahasa Indonesia, yang isinya merupakan terjemahan dari Codex internasional, dengan sedikit penyesuaian. Untuk sementara ini saya sudah menginstal purwarupa nya di http://id.wordpress.net/codex. Dimohon partisipasi dan kontribusi dari segenap pengguna WordPress.
  5. Jika ingin turut berkontribusi, terutama menjadi relawan di penerjemahan WP, Codex dan Forum Dukungan, saya sudah membuatkan milis di wp-indonesia@googlegroups.com

Ditunggu segala masukan, kritik dan partisipasinya :)

Untuk rilis WordPress Bahasa Indonesia, saat ini sudah tersedia hingga versi 2.3 (rilis versi lokal ini hanya berselang sehari dengan versi internasionalnya). Mohon bantuan segenap pengguna WP sekalian untuk turut mencoba mengunduh dan menginstal, menilai dan memberi masukan jika ada kekurangan-kekurangan.

Media Hiburan untuk Meningkatkan Rasa Bangga Terhadap Bangsa

Beberapa waktu yang lalu saya membaca novel berjudul “Gajah Mada” karangan Langit Kresna Hariadi, buku 1. Buku lama memang, namun saya baru membacanya. Ini merupakan cerita fiksi yang berlatar kerajaan Majapahit. Di buku pertama yang saya baca ini Gajah Mada masih berpangkat bekel (salah satu pangkat kemiliteran zaman dulu) dan memimpin pasukan Bhayangkara-sebuah pasukan kecil dengan kemampuan telik sandi (mata-mata) yang terasah yang bertanggungjawab menjaga keselamatan raja. Dengan kata lain pasukan ini merupakan secret service nya kerajaan Majapahit waktu itu.

Buku ini cukup bagus, dan saya sarankan untuk membacanya. Tapi maaf, saya bukan ingin mengupas ceritanya di sini, melainkan saya ingin memuji semangat penulis buku ini yang mengajak kita untuk selalu mengingat kebesaran bangsa kita sejak zaman dahulu. Agaknya semangat ini kurang dimiliki oleh sebagian warga Indonesia.

Saya jadi tersadar bahwa betapa langkanya media-media hiburan yang membawa pesan seperti ini. Coba saja kita bandingkan dengan Amerika Serikat. Sejarah negeri mereka tidaklah lebih panjang dari sejarah negeri kita. Namun Anda pasti tidak kesulitan untuk menyebutkan judul-judul film-film heroik yang mengisahkan tokoh-tokoh besar maupun peristiwa-peristiwa besar negeri mereka. Bahkan sewaktu saya SD pun saya suka menonton film Tour of Duty-film yang mengisahkan para tentara Amerika yang diterjunkan ke perang Vietnam.

Selengkapnya

Domain .web.id Habis, Ganti Domain?

Setelah beralihnya kepengurusan pengelolaan domain .id dari DepKomInfo ke PANDI dan berakhirnya masa gratis penggunaan domain .web.id, akhirnya saat itu telah tiba. Kemarin aku dapat email dari PANDI bahwa domain ini masa berlakunya habis sejak 1 Juli 2007 dan tenggat waktu perpanjangan diberikan sampai 31 Agustus 2007.

Mungkinkah blog ini harus berakhir sampai di sini? Hehehe.. kayaknya nggak. Tapi masih bingung mendingan perpanjang domain ini atau daftar yang Generic Code Top Level Domain sekalian (.com, .org, .net, dsb)? Karena dulu pertimbanganku memakai Country Code Second Level Domain di .web.id semata-mata karena gratis.

Tetapi, penggantian nama domain implikasinya juga besar. Bisa dibilang aku harus memulai dari awal lagi, harus kasih tahu sana kasih tahu sini tentang alamat baruku, juga merubah taut-taut ke blogku di banyak tempat.

WordPress Bahasa Indonesia

Bangsa yang besar selalu mencintai serta bangga akan jatidirinya. Salah satunya ialah bangga terhadap bahasa nasional. Bagaimana dengan bangsa kita? Akhir-akhir ini mulai marak judul-judul lagu serta film dalam negeri yang menggunakan bahasa Inggris. Tidak salah sih kalau sekedar bentuk kebebasan berekspresi. Namun yang perlu dipertanyakan ialah hal yang mendorong ekspresi tersebut. Apa mereka menganggap bahasa Indonesia itu ketinggalan jaman, kampungan, ndeso?

Untuk istilah teknologi informasi bahkan kebanyakan orang lebih familiar dengan bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Berapa persen orang sih yang tahu padanan kata download atau upload di bahasa Indonesia? Ya, kalau masalah ini juga masih disebabkan karena minimnya pengembang aplikasi dalam negeri. Tapi saya salut dengan sebagian media-media cetak dalam bidang IT kita yang membudayakan bahasa Indonesia dengan agak ‘memaksa’ menerjemahkan istilah-istilah seperti itu ke dalam bahasa Indonesia.

Ingin mengaplikasikan bahasa Indonesia ke dalam blog ini, yang berjalan di atas CMS WordPress, beberapa waktu yang lalu saya menjelajahi Codex nya WordPress, yang mereka sebut sebagai ‘the bible of WordPress’ untuk mencari internationalization WordPress, alias versi bahasa asing (bahasa selain bahasa Inggris) dari aplikasi web tersebut. Saya menemukan tautan ke versi bahasa Indonesia. Tetapi alangkah sayang ternyata tautannya sudah kadaluwarsa.

Akhirnya saya membuat localizationnya sendiri. Cara kerja localization WordPress memakai gettext translation framework, yaitu dengan mengganti semua string bahasa Inggris dalam fungsi _e($message) dan __($message) dengan padanan katanya yang sudah tersusun dalam suatu file. Jadi setiap kali ada request halaman, selain melakukan berbagai macam fungsi guna merangkai data-data posting, komentar, dan sebagainya, WordPress juga melakukan fungsi berikutnya yaitu menerjemahkan. Berat juga ya. Untungnya daftar padanan kata tersebut dibaca dari sebuah file binary (bahasa mesin), bukan file ASCII.

File berekstensi .mo (Machine Object) yang saya compile ini bisa diunduh para pengguna WordPress di sini. Lihat bagian akhir posting ini.
Instalasi:

  • Unggah file id.mo yang terdapat dalam file wp_id.zip ini sehingga path file tersebut menjadi /wp-includes/languages/id_ID.mo Secara default direktori /languages/ tersebut tidak ada. Jadi buatlah terlebih dahulu
  • Buka file ‘/wp-config.php’ Anda. Pergilah ke baris yang bertuliskan define ('WPLANG', ''); dan ubahlah menjadi define ('WPLANG', 'id_ID');
  • Reload halaman Admin Anda. Jika Anda pergi ke halaman admin, maka antarmuka menu-menu di sana akan berubah menjadi bahasa Indonesia

Selengkapnya

Konten Web Dalam Negeri

Gempa di lepas pantai Taiwan beberapa waktu lalu memang cukup mengguncang kita yang ribuan kilometer jauhnya dari pusat gempa. Bukan guncangan fisik yang menggetarkan tanah serta bangunan memang, melainkan guncangan-guncangan di berbagai lini kehidupan. Sebut saja usaha-usaha yang membutuhkan koneksi internet yang mengalami kerugian, terganggunya proses belajar mandiri mahasiswa dan pelajar yang membutuhkan referensi di situs web luar negeri, atau paling tidak guncangan bagi para blogger yang tidak bisa blogwalking seperti biasanya :P. Basi banget? Eit, tunggu dulu. Saya bukannya mau bercerita mengenai kejadian yang mengakibatkan putusnya kabel data bawah laut itu. Saya hanya ingin mengajak kita semua berkaca dari peristiwa tersebut.

Kemajuan teknologi memang tidak bisa kita pungkiri memberikan kita kemudahan-kemudahan dalam melakukan berbagai hal. Namun dengan berbagai kemudahan yang didapat, manusia cenderung untuk mengalami keadaan yang biasa kita sebut ketergantungan. Dan ketika kemudahan itu dicabut, bingunglah mereka. Di era informasi seperti sekarang ini kita memang dituntut untuk melakukan banyak hal dengan cepat dan tidak mungkin kita lepas dari yang namanya teknologi, kecuali kalau kita rela kalah bersaing. Namun yang perlu kita camkan baik-baik, teknologi hanyalah alat. Ia buatan manusia yang tidak luput dari yang namanya salah dan lupa. Jadi sebenarnya adalah salah kalau kita terlalu menggantungkan diri pada teknologi untuk melakukan segala hal, apalagi mendewa-dewakannya.

Selengkapnya