WordPress untuk Situs Surat Kabar Harian

Jangan anggap bahwa WordPress hanya cocok digunakan untuk membuat blog. WordPress memang diciptakan sedemikian rupa sehingga kemasan distribusinya kecil dan sederhana. Hal itu sebenarnya ditujukan agar pengguna tidak dijejali dengan berbagai fitur-fitur yang tidak semua format situs membutuhkan. Aplikasi ini bahkan dilengkapi dengan API yang membuatnya sangat fleksibel. Itu membuatnya mudah dikembangkan menjadi apapun–hanya imajinasi kita yang dapat membatasinya.

Salah satu contoh sederhana penerapan penggunaan WordPress yang ingin saya bahas di sini ialah sebagai engine sebuah situs surat kabar harian. Ini bukan artikel tutorial lengkap, sekedar sebuah wacana, dilengkapi dengan sedikit scripting kasar yang membantu Anda melangkah ke sana.

Fitur-fitur yang menjadi persyaratan untuk sebuah situs surat kabar antara lain:

  1. Halaman utama dapat berupa halaman selamat datang ataupun langsung cuplikan berita-berita hari ini. Namun bentuk yang pertama saya sebutkan agaknya sedikit merepotkan bagi pengunjung.
  2. Halaman yang menampilkan suatu berita secara utuh
  3. Halaman yang menampilkan cuplikan seluruh berita pada tanggal tertentu.
  4. Menu yang disajikan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengunjung untuk memilih hari/tanggal/edisi tertentu dari surat kabar yang bersangkutan. Biasanya disajikan dalam bentuk kalender bertaut.

Untuk mewujudkan fitur-fitur yang ada di atas, kita dapat membuat templat suai (custom template) yang agak berbeda dengan templat blog biasa.

Selengkapnya

Pindah Hosting

Mohon maaf kalau akhir-akhir ini blog saya menjadi super lambat, bahkan sebelum lebaran, menjadi hidup mati, Sampai-sampai mendapat teguran dari Kamtib Loenpia. Jadi ceritanya, saya selama ini memakai hosting yang murah. Selain murah, tempat servernya pun dekat sekali dengan kampusku. Cuma keluar dari gerbang RSDK trus nyeberang jalan :D.

Tadinya sih sepertinya tidak begitu bermasalah dengan kecepatan. Namun akhir-akhir ini makin parah. Setelah aku tanya, ternyata kata pemiliknya, dia baru ganti ISP, dan layanan hostingnya sudah mau ditutup. Akhirnya terpaksa mengungsi :(.

Akhirnya setelah pekerjaan kemas-kemas dan pindah-pindah yang terputus-putus (banyak sekali kata ulangnya), proses pindah rumah saya selesai. Monggo.. silakan mampir.. :)

Pelatihan Jurnalisme dan Blog Loenpia di Unissula

Seminar dan Pelatihan Blog Loenpia di UnissulaSesuai dengan visinya yaitu menyebarkan virus blog di mana-mana, Sabtu (21/07) kemarin Loenpia[dot]Net menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Blog di kampus Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Acara ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan Loenpia Goes to Campus (LG2C), yang idenya sebenarnya sudah lama dibicarakan di milis dan kopdar.

Format acara ini terdiri dari seminar yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan dan manajemen blog menggunakan layanan WordPress.com. Untungnya dengan bandwith speed 1.2 MBps milik Unissula, koneksi dua lab komputer sekaligus tidak mengalami gangguan sama sekali, terutama di hari Sabtu dan Minggu di mana para mahasiswa libur.

Mulai dari nara sumber seminar hingga tutor dan instruktur pelatihan, semuanya merupakan para apel dan jeruk dari Loenpia sendiri. Di hari pertama acara dimulai denan seminar yang diisi oleh mas Wiwin untuk topik jurnalistik, dan mbak Fany untuk topik seluk-beluk blog dan etikanya. Selesai istirahat makan siang, acara langsung dipindahkan ke laboratorium komputer untuk sesi pelatihan tahap satu (pembuatan blog dan posting).

Seusai pelatihan hari pertama, kami para jeruk dan apel Loenpia menyempatkan untuk kopdaran. Kebetulan ada rekan blogger-mbak Etty-yang baru datang dari Banda Aceh dan bersedia mentraktir kami.

Selengkapnya

Domain .web.id Habis, Ganti Domain?

Setelah beralihnya kepengurusan pengelolaan domain .id dari DepKomInfo ke PANDI dan berakhirnya masa gratis penggunaan domain .web.id, akhirnya saat itu telah tiba. Kemarin aku dapat email dari PANDI bahwa domain ini masa berlakunya habis sejak 1 Juli 2007 dan tenggat waktu perpanjangan diberikan sampai 31 Agustus 2007.

Mungkinkah blog ini harus berakhir sampai di sini? Hehehe.. kayaknya nggak. Tapi masih bingung mendingan perpanjang domain ini atau daftar yang Generic Code Top Level Domain sekalian (.com, .org, .net, dsb)? Karena dulu pertimbanganku memakai Country Code Second Level Domain di .web.id semata-mata karena gratis.

Tetapi, penggantian nama domain implikasinya juga besar. Bisa dibilang aku harus memulai dari awal lagi, harus kasih tahu sana kasih tahu sini tentang alamat baruku, juga merubah taut-taut ke blogku di banyak tempat.

Mengatasi Widget Integration di WordPress 2.2 – Untuk Pengguna K2

Tanggal 16 Mei lalu, WordPress 2.2 yang diberi nama “Getz” telah resmi diluncurkan. Salah satu perubahan besar dalam versi ini ialah “Widget Integration”. Widget, yang semula merupakan plugin untuk WodPress kini secara default terinstal begitu Anda menginstal WordPress 2.2. Dengan widget, mengelola sidebar cukup dengan drag and drop komponen-komponen sidebarnya.

Para pengguna K2, salah satu theme WordPress yang cukup terkenal, mungkin sebelumnya telah mengenal fitur serupa – K2 Sidebar Module. Bahkan, kebanyakan pengguna K2 lebih memilih menggunakan Sidebar Module ketimbang menggunakan widget. Menurut saya pribadi sih memang lebih nyaman Sidebar Module. Kenapa tidak ini saja ya, yang diintegrasikan di WordPress 2.2?

Sayangnya Sidebar Widget sering mengalami konflik dengan Sidebar Module jika diinstal. Dengan dibawakannya Sidebar Widget secara default pada WordPress 2.2, pengguna theme K2 jadi tidak bisa menggunakan theme kesayangannya karena akan langsung error begitu theme ini diinstal.

Solusi yang saat ini disarankan untuk pengguna K2 yang ingin menggunakan WordPress versi 2.2 ialah dengan menonaktifkan fitur sidebar widget bawaan. Caranya yaitu dengan menginstal plugin “Disable WordPress Widgets” yang ditulis oleh Darrell Schulte. Pluginnya cukup sederhana, intinya hanya satu baris perintah, remove_action('plugins_loaded', 'wp_maybe_load_widgets', 0 );

Blog, Potensi Media Alternatif – Kesimpulan dari Acara e-Life Style Metro TV

Menjelang siang hari ini, setelah menonton MTV Pimp My Ride, tidak sengaja aku lihat iklan e-lifestyle untuk hari ini juga. Sekilas yang membuat aku menarik, yang akan dibahas dalam acara e-lifestyle hari itu ialah tema berjudul “Malaysia Diguncang Para Blogger”. Melihat cuplikannya, serta screenshot blog yang ditampilkan, langsung aku tahu kalau ini masalah tulisan blog Nila Tanzil, reporter SCTV yang membuat Menteri Pariwisata Malaysia marah. Kebetulan saya pernah membaca tentang ini dari Blog Tempointeraktif. Secara aku blogger juga, jadi tertarik untuk melihatnya.

Tapi ternyata topik episode e-lifestyle hari itu ialah “Blog – Potensi Media Alternatif” (tidak sama persis seperti yang diiklankan :d ). Salah narasumber yang diajak berbicara di situ ialah Budi Putra, Wimar Witoelar, dan Nukman Luthfie.

Kasus yang menjadi perhatian di sini (mungkin ada yang belum pernah membaca), berawal dari reporter SCTV yang diundang oleh Malaysian Tourism Board untuk meliput pembukaan Floral Festival 2007 di Malaysia. Namun setibanya di sana, mereka malah tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. Alhasil, reporter tersebut menuliskan pengalaman mereka di blog pribadi mereka. Namun rupanya tulisan blog ini sampai mendapat perhatian Malaysian Tourism Board. Belakangan, Menteri Pelancongan Malaysia Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor bahkan sampai mengatakan “bloggers are liar” tanggal 8 Maret 2007.

All bloggers are liars, they cheat people using all kinds of methods. From my understanding, out of 10,000 unemployed bloggers, 8,000 are women.

Yang saya simpulkan dari acara tersebut, blog memang fenomena yang cukup mengagumkan, yang membuka pintu bagi seluruh orang untuk mempublikasikan tulisan mereka ke seluruh dunia dengan begitu mudahnya. Namun para blogger masih menganggap bahwa blog merupakan wilayah pribadi mereka, padahal setelah mereka menekan tombol “Publish”, tulisan itu dapat dibaca oleh jutaan orang.

Selengkapnya