Mencoba Scoop dan Udemy

Sudah sejak beberapa tahun terakhir, saya terbiasa menggunakan tablet untuk kegiatan membaca, baik buku-buku hiburan (novel, komik), maupun buku-buku pelajaran & referensi kedokteran. Bisa dibilang saat ini porsi membaca buku digital saya lebih tinggi daripada membaca buku fisik. Alasan-alasannya antara lain karena praktis. Hanya satu tablet yang saya bawa, bisa mewakili tumpukan buku tebal yang tentu saja tidak mungkin dibawa-bawa.

Nah, sejak beberapa bulan lalu, karena pindah kerja ke remote area, saya tidak bisa lagi mendapatkan koran pagi. Dan karena tergiur iklan, akhirnya saya menginstal aplikasi Scoop, berlangganan akun premiumnya, dan berlangganan koran Kompas pagi. Selengkapnya

Hello World 2

Sudah tiga tahun semenjak saya terakhir menulis di blog. Selama tiga tahun tersebut, banyak momen-momen penting dalam hidup saya yang lebih saya pilih untuk saya bagikan secara terbatas kepada teman-teman melalui jejaring sosial. Bahkan momen memperoleh gelar sarjana, memulai pendidikan profesi, pernikahan, hingga saat ini di bulan-bulan terakhir pendidikan saya sebagai dokter muda di FK Undip. Saya sekarang sedang berada di Slawi, jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Jadi terpikir untuk kembali nostalgia dengan blog saya yang sudah cukup lama saya tinggalkan ini.

Sejak tulisan tiga tahun yang lalu, kini saya sudah menikah dengan istri saya hampir tiga tahun dan telah dikaruniai seorang putra yang lucu yg kini berusia 1,5 tahun.

Mengenai studi, saya telah menyelesaikan seluruh stase di program pendidikan dokter, dan kini sedang menjalani kepaniteraan komprehensif selama dua bulan di Slawi, dan Insya Allah April nanti saya mengambil sumpah dokter.

 

Semoga ke depan lebih sering lagi mengisi blog ini :-)

WordPress 2.7, Versi Lokal, serta Pemutakhiran Otomatis

Seperti yang telah kita ketahui, WordPress versi 2.7 telah datang. Dan  seperti biasa, saya buru-buru mensinkronkan seluruh terjemahan dalam repositori pelokalan serta merilis versi lokalnya, walaupun baru malam ini akhirnya bisa dirilis.

Ini yang agak saya sayangkan dengan pengembangan WordPress. Semuanya berjalan cepat, tidak ada masa string freeze seperti pengembangan sebagian aplikasi lain yang juga menerapkan i18n dan l10n. Yang ada paling hanya feature freeze di hari-hari terakhir sebelum rilis. Celakanya justru pada saat feature freeze ini, di mana para pengembang menambal-nambal fitur yang sebelumnya dicommit–menyingkirkan semua bug yang ditemukan, para grammar geek juga sedang aktif bebenah rumah. Alhasil bisa ada ratusan string baru di versi finalnya dibandingkan dengan versi beta.

Oke, jadi ada apa di versi 2.7 ini? Desain adminnya yang baru, itu yang paling heboh dibicarakan oleh para pengguna. Desain yang baru itu juga menyelipkan fungsi-fungsi yang baru. Saya tidak akan membahas itu panjang lebar. Silakan baca tulisan Matt berikut, atau terjemahannya yang saya terbitkan ulang di situs lokal.

Saya ingin menyingung soal salah satu fitur WP 2.7 yang sangat besar dampaknya bagi versi yang diterjemahkan: Pemutakhiran Otomatis.

Selengkapnya

Google Health–Fasilitas Rekam Medis Terhubung

Google semakin memperluas sayap pengaruhnya terhadap hajat hidup orang banyak. Setelah berbagai layanan lainnya telah mendulang sukses, kini Google pun mulai merambah sektor kesehatan. Hari Senin kemarin Google secara resmi membuka layanan barunya–Google Health. Ini merupakan fasilitas rekam medis perorangan terhubung yang memungkinkan kita membuat profil rekam medis pribadi kita, mengimpor dari layanan lain, memberi kuasa kepada dokter kita untuk menambah atau menyuntingnya, atau bahkan menghubungkannya dengan layanan-layanan kesehatan pribadi di internet.

Google Health Screenshot

Dari penelusuran sekilas, sepertinya layanan ini masih belum banyak menawarkan fitur, terutama fitur yang dapat digunakan oleh masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun menurut saya fitur yang potensial di sini ialah portabilitas data, interaktivitas serta kolaborasi. Jika media-media sosial menawarkan interaktivitas serta kolaborasi antar teman, sejawat dan keluarga, layanan rekam medis terhubung seperti ini dapat menggunakan prinsip yang serupa untuk diterapkan kepada hubungan pasien, dokter, institusi kesehatan, asuransi dan sebagainya.

Selengkapnya

Kompatibilitas Plugin Saya di WordPress 2.5

Banyak orang yang menulis di blognya kalau di sudah upgrade ke WordPress 2.5. Saya ngikutin perkembangannya, menyinkronkan penerjemahannya, mengujicoba paket lokalnya di server lokal, mengupgrade kan blog salah seorang klien, mengupgradekan blognya yayangku, tapi baru hari ini menginstalkan di blog sendiri :D.

Langsung penasaran saya coba plugin-plugin yang saya tulis dan mengujinya di WordPress 2.5. Hasilnya ialah:

  1. YM-Online-Status
    Kompatibel dengan versi 2.5. Plugin ini juga kompatibel dengan fitur pemutakhiran otomatis, fitur baru WordPress di 2.5. Jadi, untuk Anda yang memakai ini, tidak perlu repot-repot mengunduh secara manual rilis versi barunya (kalau saya teruskan pengembangannya). Cukup klak klik dari halaman pengelolaan plugin di WordPress.
  2. CommentMailer
    Kompatibel dengan versi 2.5. Namun sayangnya versi 0.1 ini belum mendukung fitur pemutakhiran otomatis, masalahnya plugin ini tidak bekerja di subdirektori dari /wp-content/plugins/. Dari dulu masalah ini sudah saya dokumentasikan di bug trackernya. Tinggal menunggu sampai saya ada waktu untuk memperbaikinya (sok sibuk ya.. :p). Tapi tenang saja. Saya tidak akan merilis versi baru sampai saya membersihkan masalah ini. Jadi keterbatasan ini hanya akan dialami oleh Anda yang menggunakan versi 0.1-alpha / beta, dan melihat peringatan pemutakhiran plugin commentmailer ini ke 0.1. Bagi Anda yang menggunakan versi 0.1, tidak perlu ambil pusing :).

Woow.. rekor hiatus terlama -__-!