Mencadangkan, Menyinkronkan dan Berbagi Data Buku Telepon

Kira-kira seminggu yang lalu akhirnya ponsel Sony Ericsson saya bisa saya ambil dari service centre (setelah penantian berbulan-bulan). Ternyata ponsel saya benar-benar diganti. Jadi kinclong lagi deh. :D

Data-data tentu saja hilang semua. Dokumen, musik dan foto aman karena di memory stick. Namun bagaimana dengan buku telepon yang disimpan di memori internal ponsel? Untungnya saya selalu mencadangkan buku telepon, jadi gak perlu repot-repot mencari dan mencatat ulang dari teman-teman.

Selengkapnya

Miniatur–Bahasa Indonesia untuk Thumbnail

Apa padanan kata dalam Bahasa Indonesia untuk istilah thumbnail? Pertanyaan ini agaknya memang masih sulit untuk dijawab. Walaupun istilah ini sangat sering kita jumpai dan hampir semua orang yang menggunakan komputer paham betul maksud istilah thumbnail, hampir tidak ada referensi yang menyebutkan padanan kata untuk istilah ini. Kebanyakan proyek pelokalan (localization) perangkat lunak ke dalam Bahasa Indonesia pun masih meninggalkan kata thumbnail begitu saja dalam hasil penerjemahan mereka.

Secara harfiah, thumbnail berarti kuku ibu jari. Dalam istilah komputer thumbnail diartikan sebagai versi kecil (mini) dari sebuah gambar yang biasa digunakan untuk mempermudah membaca dan mengenali gambar tersebut (WikiPedia). Para seniman juga menggunakan kata thumbnail sketches untuk merujuk gambar-gambar kecil pada kertas untuk mengeksplorasi ide dengan cepat.

Penggunaan pilihan kata thumbnail dimaksudkan karena biasanya gambar-gambar ini berukuran kecil, hanya sebesar ibu jari (thumb’s nail). Penggunaan frase dua kata yang kemudian menjadi satu kata ini tentu telah melewati proses pembudayaan yang cukup lama. Karena tidak pernah membudaya di negeri kita, tidak mungkin kita menelan mentah-mentah frase “kuku ibu jari” sebagai konotasi dari “gambar kecil” yang kita maksud tadi. Lalu, sebaiknya kata apa yang kita gunakan jika ingin mencari padanan istilah thumbnail?

Apakah kita perlu menyerap kata thumbnail ke dalam bahasa kita? Jika tidak ada kata lain, penyerapan memang bisa dijadikan alternatif. Namun sebelumnya mari kita telusuri terlebih dahulu, siapa tahu sudah ada kata yang sudah diserap ke dalam Bahasa Indonesia sebelumnya yang dapat kita gunakan.

Selengkapnya

Beta Testing Situs WordPress Indonesia dan WordPress 2.3

Sejak beberapa minggu lalu saya dan para penerjemah WordPress lain sedang melakukan beta-testing situs lokal resmi WordPress. Karena saya mengelola repositori pelokalan Bahasa Indonesia WordPress, tanggung jawab pengelolaan situs lokal WordPress Indonesia pun diserahkan kepada saya.

Untuk itu saya ingin mengumumkan beberapa hal:

  1. Situs resmi WordPress Indonesia sudah dapat diakses di http://id.wordpress.org. Saat ini sedang dalam fase beta.
  2. Forum WordPress lokal di mana kita bisa berdiskusi mengenai WordPress sudah dibuat di http://id.forums.wordpress.org. Bagi Anda yang memiliki akun forum WordPress tidak usah mendaftar lagi karena database penggunanya terintegrasi dengan forum internasional.
  3. Sekarang Anda tidak perlu repot-repot melakukan injeksi berkas id_ID.mo ke dalam instalasi WordPress Anda, karena saat ini disediakan rilis lokal WordPress. Anda dapat mengunduh rilis Bahasa Indonesia dari situs lokal WP Indonesia.
  4. Ke depan direncanakan untuk membangun Codex ber Bahasa Indonesia, yang isinya merupakan terjemahan dari Codex internasional, dengan sedikit penyesuaian. Untuk sementara ini saya sudah menginstal purwarupa nya di http://id.wordpress.net/codex. Dimohon partisipasi dan kontribusi dari segenap pengguna WordPress.
  5. Jika ingin turut berkontribusi, terutama menjadi relawan di penerjemahan WP, Codex dan Forum Dukungan, saya sudah membuatkan milis di wp-indonesia@googlegroups.com

Ditunggu segala masukan, kritik dan partisipasinya :)

Untuk rilis WordPress Bahasa Indonesia, saat ini sudah tersedia hingga versi 2.3 (rilis versi lokal ini hanya berselang sehari dengan versi internasionalnya). Mohon bantuan segenap pengguna WP sekalian untuk turut mencoba mengunduh dan menginstal, menilai dan memberi masukan jika ada kekurangan-kekurangan.

CommentMailer

Comment Mailer is a WordPress plugin that helps you maintaining the discussion on your blog by letting the commenters know that you have replied their comments on the comment section of your post. Everytime you post a comment to answer previous comments from your visitors, you’ll be given an option to send a notification email to a spcecific commenters. It’s simple and easy.

Why You Should Use This Plugin

  • You’ll never know whether your blog commenters is going to visit back to look for your reply for his/her comment, subscribe a comment feed for a specific post, or choose to receive notification e-mail (if you provide one). By using this plugin, you’ll have a full control to decide whether it is necessary to notify a commenter for a new reply.
  • It keeps the discussion rolling on your blog comment system.

Grab it

Currently there is only unstable version of this plugin. But yet, you can still take the advantage by installing it. Use the following link to download the plugin.

commentmailer-0.1-beta

Selengkapnya

Pelatihan Jurnalisme dan Blog Loenpia di Unissula

Seminar dan Pelatihan Blog Loenpia di UnissulaSesuai dengan visinya yaitu menyebarkan virus blog di mana-mana, Sabtu (21/07) kemarin Loenpia[dot]Net menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik dan Blog di kampus Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Acara ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan Loenpia Goes to Campus (LG2C), yang idenya sebenarnya sudah lama dibicarakan di milis dan kopdar.

Format acara ini terdiri dari seminar yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan dan manajemen blog menggunakan layanan WordPress.com. Untungnya dengan bandwith speed 1.2 MBps milik Unissula, koneksi dua lab komputer sekaligus tidak mengalami gangguan sama sekali, terutama di hari Sabtu dan Minggu di mana para mahasiswa libur.

Mulai dari nara sumber seminar hingga tutor dan instruktur pelatihan, semuanya merupakan para apel dan jeruk dari Loenpia sendiri. Di hari pertama acara dimulai denan seminar yang diisi oleh mas Wiwin untuk topik jurnalistik, dan mbak Fany untuk topik seluk-beluk blog dan etikanya. Selesai istirahat makan siang, acara langsung dipindahkan ke laboratorium komputer untuk sesi pelatihan tahap satu (pembuatan blog dan posting).

Seusai pelatihan hari pertama, kami para jeruk dan apel Loenpia menyempatkan untuk kopdaran. Kebetulan ada rekan blogger-mbak Etty-yang baru datang dari Banda Aceh dan bersedia mentraktir kami.

Selengkapnya

Domain .web.id Habis, Ganti Domain?

Setelah beralihnya kepengurusan pengelolaan domain .id dari DepKomInfo ke PANDI dan berakhirnya masa gratis penggunaan domain .web.id, akhirnya saat itu telah tiba. Kemarin aku dapat email dari PANDI bahwa domain ini masa berlakunya habis sejak 1 Juli 2007 dan tenggat waktu perpanjangan diberikan sampai 31 Agustus 2007.

Mungkinkah blog ini harus berakhir sampai di sini? Hehehe.. kayaknya nggak. Tapi masih bingung mendingan perpanjang domain ini atau daftar yang Generic Code Top Level Domain sekalian (.com, .org, .net, dsb)? Karena dulu pertimbanganku memakai Country Code Second Level Domain di .web.id semata-mata karena gratis.

Tetapi, penggantian nama domain implikasinya juga besar. Bisa dibilang aku harus memulai dari awal lagi, harus kasih tahu sana kasih tahu sini tentang alamat baruku, juga merubah taut-taut ke blogku di banyak tempat.