MedPedia–Ensiklopedia Kolaboratif di Bidang Kedokteran

Image Hosted by ImageShack.us
Logo MedPedia

Satu lagi proyek yang akan memperkaya sumber daya ilmu kedokteran dan kesehatan di dunia maya. MedPedia, sebuah proyek wiki yang berjalan di atas MediaWiki, akan menjadi sebuah ensiklopedia yang terbuka bagi para kontributor untuk turut berperan aktif menyumbangkan konten ke dalamnya. Sebagai wiki bertema spesifik di bidang kedokteran, diharapkan ke depan komunitas kedokteran (para praktisi-praktisi dan akademisi medis) akan menjadi kontributor utamanya sehingga keabsahan dan keakuratan artikel dapat terjaga.

Saat ini situs tersebut masih berada dalam fase closed beta. Kita hanya dapat melihat pratampil situsnya. Para profesional medis dapat mendaftarkan diri untuk menjadi kontributor. MedPedia sendiri sudah menggandeng Harvard, Stanford, Berkeley, U. of Michigan dan American College of Physicians sebagai mitra. Saat ini organisasi-organisasi itu sedang membuat bibit-bibit konten dan membuat taut-taut antar halaman sebagai landasan jaringan konten di wiki ini. Rencananya akhir tahun 2008 ini situs ini baru diluncurkan.

Selengkapnya

Rilis Pelokalan WordPress 2.3.3 dan Error 400 Bad Request

Barusan merilis pelokalan WordPress versi 2.3.3. Maaf karena agak telat, karena rilis ini darurat, sangat mendadak, tidak ada woro-woro dulu di milis wp-polyglot, dan juga tidak ada versi Release Candidate sebelumnya.

Selain itu, saya juga bermasalah dengan klien SVN saya. Setiap saya check out atau update, saya selalu memperoleh pesan error 400 Bad Request. Ternyata pokok permasalahannya ada proksi yang terletak di antara saya dan server SVN WordPress. Akhirnya berkat pencerahan dari sini, saya bisa checkout lewat SSL.

Ayo, silakan memutakhirkan instalasi WordPress Anda. Unduh pelokalannya dari sini.

Aksara Nusantara

Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa daerah, masing-masing memiliki aturan penulisan sendiri menggunakan aksara tradisionalnya yang khas. Apresiasi terhadap berbagai aksara tradisional ini masih tampak misalnya dari mata pelajaran bahasa daerah di tiap daerah. Penggunaan aksara-aksara tradisional ini di berbagai sudut kota juga merupakan bukti bahwa, walaupun aksara ini telah hampir sepenuhnya tergantikan oleh aksara latin, sebenarnya bangsa kita masih cinta dan bangga atas kekayaan negeri kita yang satu ini. Sebagai contoh, penggunaan aksara Jawa pada papan nama jalan di berbagai penjuru kota Surakarta dan Yogyakarta. Atau penerapan yang sama pada aksara Arab Melayu di kota Pekanbaru belakangan ini.

Aksara Jawa

 

Aksara Sunda

 

Berbicara tentang aksara tradisional, awal tahun 2008 ini diwarnai dengan dimulainya sebuah proyek sumber terbuka yang diberi nama Aksara Nusantara. Proyek yang dikomando oleh Pak Mohammad DAMT ini bertujuan membuat sistem yang baku untuk menciptakan, menyunting dan menampilkan dokumen elektronik berbahasa daerah di Indonesia menggunakan aksara tradisional masing-masing. Sistem penulisan dan penampilan dokumen akan mengikuti standar Unicode sehingga diterima secara universal di seluruh dunia.

Selengkapnya

WordPress 2.3.2 Bahasa Indonesia

WordPress 2.3.2 sudah dirilis hari ini. Dari log Subversion sih, saya lihat pukul 4:39:28 WIB hari ini baru ditag oleh Ryan Boren. Dan sore ini versi Bahasa Indonesianya bisa langsung diunduh di tempat biasa. Dan lagi, Bahasa Indonesia menjadi pelokalan pertama yang dirilis :D. Tadinya pengen posting PERTAMAX!! di mailing list nya wp-polyglots, tapi setelah dipikir-pikir, nanti keliatan banget kebiasaan jeleknya blogger dari Indonesia. :D

Monggo diunduh. Semoga dengan awalnya rilis tidak membuat kesalahan-kesalahan dalam pemaketannya :D.

Tadinya ingin posting ini sebelum Maghrib, tapi mati lampu dan keburu berangkat kopdar. Akhirnya posting ini saya terbitkan dari lokasi kopdar di rumahnya mas didut setelah kenyang makan kare.

Fitur WordPress 2.4 untuk Para Pecinta Fotografi

Kemarin saya mencoba-coba mengintip janin WordPress 2.4 kini sudah dalam trimester ke 3. Umur-umur segini memang tepat waktunya untuk menyinkronkan berkas pelokalan Bahasa Indonesia, supaya nanti proses persalinannya bisa berlangsung normal (rilis versi Bahasa Indonesianya tidak terlambat). :D

Jadi langsung saja saya perbarui salinan kerja SVN WordPress ke HEAD nya, saat itu revisi 6342. Setelah skrip shell untuk menggenerasi berkas templat (wordpress.pot) saya eksekusi, saya gunakan berkas yang dihasilkan untuk untuk memperbarui berkas pelokalan Bahasa Indonesia yang terakhir (2.3.1). Ketika membukanya di poEdit, saya terkejut melihat stringstring barunya, terutama adanya kata-kata ini: Aperture, Focal Length, ISO dan Shutter Speed. Hah.. Serius?

String-string dalam WordPress 2.4

Selengkapnya

CommentMailer Localization on The Fly

Being one of WordPress localization maintainer, I’m concerned to the fact that WP should be internationally accepted and easily localized into many languages. It applies to plugins too, so I always gettext all WP plugins I ever wrote (unfortunately only 2 of them are fully maintained and available for download here). :)

Lately I’ve been working on my 2nd plugin–commentmailer (currently in ver 0.1)–and found that it needs special i18n treatment. Unlike most plugins that need gettext to localize their appearance on the web page, commentmailer prints the localized strings into an e-mail.

Even as a non-English blog author, sometimes you do need to answer your visitor’s comment in English. More than that, if you are a true polyglot and writes your blog in several languages, you will also have to answer the comment in as many languages as you use. If you use commentmailer plugin to email those answers, you probably want to localize the email depending on the content language.

I’ve provided the localization schema to commentmailer since the first time I released it. But switching which language to use is as painful as changing your WordPress locale environment, unless you are using some multilingual plugin.

So I put some function that makes commentmailer prompt the user (blog author) with an option of which language he/she want to use to answer the visitor’s comment. It searches for commentmailer localization files inside your plugin dir and print a locale selection menu to your comment form.

Here’s what you need to do to take some advantage of this new feature:

  1. Update your commentmailer plugin to the latest version
  2. Use the localization template (commentmailer.pot) included in the distribution file to localize the plugin. Name your localization file (the machine object) commentmailer-[locale].mo and put it directly inside the plugin directory–next to commentmailer.php
  3. Using the corresponding WordPress localization is recommended since it will localize the date format printed in you e-mail
  4. When you are writing a reply in the comment form, select the language in which you are writing
  5. Of course you have to write the comment content in your language to match your preferred locale