Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia

Resistensi terhadap antibiotik merupakan masalah yang kerap ditemui dalam praktik pengobatan. Di masa depan, hal ini merupakan ancaman serius, bahkan dapat menjadi bencana. Satu per satu akan muncul jenis-jenis kuman baru yang kebal terhadap antibiotik yang tersedia, bahkan jenis antibiotik pilihan terakhir–senjata pamungkas umat manusia melawan bakteri.

WHO's Campaign Stamp for World Antibiotic Awareness Week 2016

WHO mencanangkan World Antibiotic Awareness Week (Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia) untuk mengkampanyekan cara penggunaan antibiotik secara baik dan tepat guna untuk mencegah bencana resistensi antibiotik di masa depan. Di tahun 2016, Pekan Kesadaran Anbitiotik Dunia jatuh pada tanggal 14-20 November 2016.

Resistensi antibiotik disebabkan antara lain karena:

  1. Peresepan dan pemberian obat antibiotik secara berlebihan
  2. Penyalahgunaan antibiotik oleh pasien
  3. Penggunaan dan penyalahgunaan antibiotik pada hewan ternak dan tanaman
  4. Kurangnya penemuan / pengembangan antibiotik jenis baru
  5. Kurangnya pengendalian infeksi di rumah sakit, klinik, dan pertanian
  6. Kurangnya kebersihan.

Dalam pesan kampanyenya WHO mengajak kita semua untuk mengambil tindakan terhadap masalah resistensi antibiotik ini. Untuk masyarakat umum, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Hanya gunakan antibiotik ketika diresepkan oleh dokter
  • Jangan meminta antibiotik jika dokter Anda mengatakan tidak perlu
  • Selalu ikuti saran dokter Anda tentang cara penggunaan anbitiotik yang diresepkan
  • Jangan berbagi antibiotik atau menggunakan anbitiotik sisa.
  • Cegah penularan infeksi dengan mencuci tangan secara teratur, mengolah dan menyiapkan makanan dengan cara bersih dan aman, mencegah kontak dekat dengan orang yang sakit, hindari perilaku yang berisiko terhadap infeksi menular seksual, serta pastikan Anda terlindungi dengan vaksin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *