Mencadangkan, Menyinkronkan dan Berbagi Data Buku Telepon

Kira-kira seminggu yang lalu akhirnya ponsel Sony Ericsson saya bisa saya ambil dari service centre (setelah penantian berbulan-bulan). Ternyata ponsel saya benar-benar diganti. Jadi kinclong lagi deh. :D

Data-data tentu saja hilang semua. Dokumen, musik dan foto aman karena di memory stick. Namun bagaimana dengan buku telepon yang disimpan di memori internal ponsel? Untungnya saya selalu mencadangkan buku telepon, jadi gak perlu repot-repot mencari dan mencatat ulang dari teman-teman.

Saya berkali-kali menemukan teman (pacar saya juga salah satunya) yang kebingungan mencari nomor telepon penting setelah ponsel nya hilang atau rusak. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi kalau kita rajin mencadangkan dan menyinkronkan buku telepon tersebut ke tempat lain.

Bagi orang yang sering berinteraksi dengan rekan kerja/klien melalui berbagai media dan berbagai tempat, sinkronisasi buku telepon akan sangat memudahkan pekerjaan. Misal: ketika hendak menelepon atau mengirim SMS, seseorang bisa menggunakan buku telepon ponsel. Ketika dia sedang tidak membawa ponsel dan sedang terhubung ke internet, dia bisa menggunakan buku telepon di penyedia email yang kita gunakan. Dengan sinkronisasi secara rutin, entri yang dimasukkan atau diperbarui di salah satu tempat akan dimasukkan dan diperbarui pula di tempat yang lain.

Dari yang saya lalui, saya menemukan berbagai macam jalur sinkronisasi buku telepon yang bisa digunakan:

  • ponsel – email client (komputer)
  • ponsel – server
  • email client- server
  • antar server (layanan1 – layanan2)

ponsel – email client (komputer)

Jika Anda sering menggunakan email client dalam berkirim email, tentunya Anda membutuhkan buku telepon email client yang lengkap dan diperbarui. Apalagi bila selain berkirim email lewat email client, Anda juga sering menghubungi kontak Anda tersebut melalui telepon, SMS atau mobile email.

Biasanya setiap membeli ponsel yang mendukung konektivitas, Anda juga akan disediakan perangkat lunak sinkronisasi, biasanya sih tergabung dalam PC Suite nya. Anda dapat menggunakan aplikasi tersebut. Sayangnya, kebanyakan Sync tool tersebut hanya mendukung email client Microsoft Outlook.

Untuk pengguna Sony Ericsson seperti saya, juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga yang gratis bernama MyPhoneExplorer yang bisa disinkronkan dengan Thunderbird!

ponsel – server

plaxo

zyblogo

Sebagian ponsel juga disertai fitur wireless synchronization over the air melalui GPRS. Kita tinggal mencari server sinkronisasi yang akan kita pakai. Di Indonesia Indosat punya layanan MyBacup yang memungkinkan ini. Untuk operator lain saya kurang tahu. Selain itu banyak juga layanan serupa di luar negeri. Salah satu contohnya ialah zyb. Salah satu layanan lain yang cukup populer ialah plaxo. Tapi untuk sinkronisasi plaxo dengan ponsel kita harus menggunakan layanan berbayar.

Pembaruan data di kedua sisi (ponsel dan server) berlangsung secara otomatis begitu kita eksekusi. Kedua data tersebut akan diperiksa satu sama lain, dan bila ada entri baru di salah satu sisi, akan disalin ke tempat di mana entri tersebut belum ada.

Kelemahan dari mekanisme ini, proses pembandingan kedua data buku telepon (ponsel dan server) dilakukan oleh mesin. Terkadang dua entri yang sebenarnya sama dianggap entri yang berbeda karena suatu hal (informasi yang sudah disunting, perbedaan karakter, dsb). Ini berisiko membuat duplikasi di buku telepon kita, yang seringkali menjengkelkan.

email client – server

Ada beberapa metode di sini. Yang pernah saya temui antara lain:

  1. Sinkronisasi email client dengan LDAP server. Email client populer saat ini biasanya dilengkapi dengan fitur untuk berhubungan dengan LDAP server
  2. Sinkronisasi email client dengan-layanan-layanan web seperti Plaxo, Gmail contact, dsb. Biasanya perlu add-on/plugin khusus. Untuk Plaxo, add on disediakan oleh penyedia layanan. Untuk GMail Contact, terdapat plugin pihak ketiga yang bisa diinstal.

antar server (layanan1 – layanan2)

Contohnya di sini, antara plaxo dan gmail serta yahoo. Dengan memberikan akses gmail kita ke plaxo, misalnya, plaxo bisa membaca buku telepon/buku alamat kita di GMail, membandingkannya dengan data di plaxo dan menyinkronkannya. Proses penyinkronan bisa dilakukan secara berkala di belakang layar.

Dengan menggabungkan jalur-jalur sinkronisasi di atas, kita bisa mempertahankan kesamaan data buku telepon kita antara ponsel, komputer (email client), dan server yang kita pakai (webmail atau LDAP server).

Networked Address Book, Address Book 2.0

Kalau sebelumnya kita berbicara tentang menyamakan buku telepon kita di berbagai tempat, networked address book ini tentang bagaimana menyamakan data buku telepon yang kita punya dengan data orang lain (terutama orang yg datanya ada di dalam buku telepon kita).

Dengan sama-sama terhubungnya saya dan teman saya ke dalam sebuah social network dan menaruh data-datanya di sana, memungkinkan kita untuk selalu memperbarui data buku telepon yang saya miliki. Lagi-lagi Plaxo, layanan networked address book dan social network menyediakan hal ini. Jika teman saya mengubah nomor teleponnya, maka buku telepon saya di plaxo juga akan diperbarui, dan seterusnya dengan penyinkronan berkala data di komputer saya juga diperbarui.

Ketika kita menambahkan email di buku alamat kita, Plaxo mencarinya di basis datanya dan menyajikan kontak lengkap orang tersebut di buku telepon saya (jika orang yang bersangkutan memperbolehkannya). Pernah suatu saat saya mengirim email kepada seorang klien yang baru saya kenal (hanya alamat emailnya saja yang saya ketahui). Setelah itu besoknya di email client saja sudah ada kontak lengkap orang tersebut di komputer saya: nama lengkap, nomor telepon, tanggal ulang tahun dan sebagainya. :-)

Sayangnya pengguna Plaxo, terutama di Indonesia tidak terlalu besar. Hanya geek dan orang yang tech savvy (itu pun hanya sebagian) saja yang mengikutinya. Di sisi lain, social network yang basis penggunanya cukup besar seperti Facebook sangat protektif dalam mempertahankan social graph nya yang berkaitan dengan informasi alamat email. Hal ini menjadi penghalang untuk dikembangkannya aplikasi sinkronisasi data dengan layanan lain atau dengan komputer/ponsel kita.

Layanan sinkronisasi mana yang sebaiknya kita pakai? Untuk itu, tergantung kebutuhan kita masing-masing. Yang penting tentukan satu tempat yang dijadikan sebagai master/cadangan utama. Setelah itu gunakan jalur-jalur yang ada untuk menyamakan semua buku telepon yang kita punya. Kalau ada kesalahan atau gangguan (yang paling sering: duplikasi data) diusahakan sebias mungkin mudah untuk memperbaikinya.

25 komentar pada “Mencadangkan, Menyinkronkan dan Berbagi Data Buku Telepon

  • 13 Januari 2009 pada 18:56
    Permalink

    berguna nih, thx atas infonya Huda :)

  • 14 Januari 2009 pada 01:23
    Permalink

    @Nike & @Zawa

    You’re welcome!

  • 14 Januari 2009 pada 11:12
    Permalink

    kok kayake susah amat seh untuk syncronize, perasaan kalo punya hp trus kabel data and pc suite apalagi soner..pasti lebih gampang. tinggal klik syncronize langsung ke save kan di pc.

    eniwey, postingane mantap

  • 14 Januari 2009 pada 11:42
    Permalink

    he eh, ga segampang yg aku kira..
    apalagi kamu kan tau aku orgnya suka ga mudhengan.. :-&

    tapi sebenernya asik sih,
    bisa baca2 sms dan ngatur kontak via screen dege..
    hehehe :D

  • 14 Januari 2009 pada 11:44
    Permalink

    @kian

    lha yg bilang susah siapa? Aku kan cuma menjabarkan konsep, serta alur sinkronisasi lainnya selain ponsel/komputer.

    Aku gak terlalu suka sinkronisasi dengan PC Suite. Lebih suka pake MyPhoneExplorer. Coz bisa nge-diff dan kita tentukan data mana yg paling baru. PC Suite juga sering bikin duplikasi data.

  • 16 Januari 2009 pada 11:29
    Permalink

    @Nona Nieke,,

    Makanya besok tuh kabel data dibawa ke kantor. Mudah2an di sana bisa :D

  • 19 Januari 2009 pada 14:11
    Permalink

    di palm jg bs sinkronisasi data contacs
    lbh enak lg kl punya lbh dari 1 hp ber-bluetooth :) kec ilang keduanya :D
    kl kepept bs disimpen ke kartu memori eksternal kl cuman formatnya sederhana/bukan multiple contact detail cmiiw
    duh di linux pake apa ya..

  • 19 Januari 2009 pada 18:46
    Permalink

    muga2 saya bisa ngikutin ini ya..

  • 19 Januari 2009 pada 20:40
    Permalink

    @dani
    punya lebih dari 1hp bluetooth bisa juga. Tapi punya buku telepon ketiga di komputer & keempat di server bukannya lebih enak? ;)

    @andi
    ngikutin? Bisa dong om. Masak gak bisa sih? :P

  • 2 Februari 2009 pada 18:05
    Permalink

    Aku pake LG K770, ternyata Hape ini gak enak banget buat sync. Field2 per Contactnya gak flexibel jadi banyak data no telp yang ilang. Termasuk alamat email dan IM.

    Dulu waktu masih pake N-Gage masih syncron antara phonebook dan di kompie. Nokia yang Multimedia Series emang enak banget buat sync. Nanti deh tunggu hape dulu

  • 2 Februari 2009 pada 18:14
    Permalink

    Emang buat kamu harusnya hapenya yg fitur konektivitasnya bagus :p

  • 8 Maret 2009 pada 12:06
    Permalink

    aku termasuk orang yang paling sering kelimpungan bila ponsel hilang ato tertinggal… :(

  • 2 April 2009 pada 16:19
    Permalink

    @escoret

    eh.. ada mas Pepeng..

  • 18 April 2009 pada 17:55
    Permalink

    info yang menarik mas huda. trima kasih.
    saya sendiri lebih senang menggunakan MyPhoneExplorer. fiturnya lebih lengkap dan yang terpenting lebih mudah dalam menggunakannya.

  • 23 April 2009 pada 14:57
    Permalink

    Mantab,

    *ketawa liat komeng pepeng* 😆

  • 12 Juni 2009 pada 15:43
    Permalink

    saudaraku, apakah ada media sinkronisasi utk SMS?

  • 13 April 2010 pada 13:45
    Permalink

    untuk faktor securitynya gimana ya. soalnya khan kita nyimpan di file orang. siapa tahu ada orang dalam yang ngintip :(

  • 3 Juni 2010 pada 04:03
    Permalink

    kalo sinkronisasi gitu ribet mas. saya sich sering simpan di PC aja pake PC suite.

    BTW kok dah nggak pernah update lagi ya mas blognya. sibuk ya.

  • 16 Juni 2010 pada 16:47
    Permalink

    asikkk, sekarang nggak perlu pusing lagi dah…. yah, setidaknya pusingnya nggak dobel klo terpaksa hp ilang :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *