WordPress 2.7, Versi Lokal, serta Pemutakhiran Otomatis

Seperti yang telah kita ketahui, WordPress versi 2.7 telah datang. Dan  seperti biasa, saya buru-buru mensinkronkan seluruh terjemahan dalam repositori pelokalan serta merilis versi lokalnya, walaupun baru malam ini akhirnya bisa dirilis.

Ini yang agak saya sayangkan dengan pengembangan WordPress. Semuanya berjalan cepat, tidak ada masa string freeze seperti pengembangan sebagian aplikasi lain yang juga menerapkan i18n dan l10n. Yang ada paling hanya feature freeze di hari-hari terakhir sebelum rilis. Celakanya justru pada saat feature freeze ini, di mana para pengembang menambal-nambal fitur yang sebelumnya dicommit–menyingkirkan semua bug yang ditemukan, para grammar geek juga sedang aktif bebenah rumah. Alhasil bisa ada ratusan string baru di versi finalnya dibandingkan dengan versi beta.

Oke, jadi ada apa di versi 2.7 ini? Desain adminnya yang baru, itu yang paling heboh dibicarakan oleh para pengguna. Desain yang baru itu juga menyelipkan fungsi-fungsi yang baru. Saya tidak akan membahas itu panjang lebar. Silakan baca tulisan Matt berikut, atau terjemahannya yang saya terbitkan ulang di situs lokal.

Saya ingin menyingung soal salah satu fitur WP 2.7 yang sangat besar dampaknya bagi versi yang diterjemahkan: Pemutakhiran Otomatis.

Selengkapnya