WordPress 2.3.2 Bahasa Indonesia

WordPress 2.3.2 sudah dirilis hari ini. Dari log Subversion sih, saya lihat pukul 4:39:28 WIB hari ini baru ditag oleh Ryan Boren. Dan sore ini versi Bahasa Indonesianya bisa langsung diunduh di tempat biasa. Dan lagi, Bahasa Indonesia menjadi pelokalan pertama yang dirilis :D. Tadinya pengen posting PERTAMAX!! di mailing list nya wp-polyglots, tapi setelah dipikir-pikir, nanti keliatan banget kebiasaan jeleknya blogger dari Indonesia. :D

Monggo diunduh. Semoga dengan awalnya rilis tidak membuat kesalahan-kesalahan dalam pemaketannya :D.

Tadinya ingin posting ini sebelum Maghrib, tapi mati lampu dan keburu berangkat kopdar. Akhirnya posting ini saya terbitkan dari lokasi kopdar di rumahnya mas didut setelah kenyang makan kare.

Menyajikan Data Menggunakan Diagram secara Dinamis dan Mudah–Google Chart API

Ingin menyajikan data-data dengan diagram secara dinamis di halaman web? Dulu mungkin kita harus berkutat dengan fungsi-fungsi PHP untuk menggenerasi gambar. Itupun, server kita harus mendukung pustaka GD. Menggunakan Flash mempermudah pembuatan diagram yang indah. Namun tidak semua browser mendukung Flash dan memang itulah yang menyebabkan Flash masih dihindari oleh sebagian desainer web. Namun saat ini membuat diagram sangatlah mudah dengan adanya Google Chart API.

Mendengar kata API, sebagian orang mungkin akan takut duluan, berpikir bahwa perlu waktu dan energi khusus untuk mempelajari tata cara penggunaan API tersebut. Jangan salah. API dari Google Chart hanya berupa aturan penulisan URL untuk menampilkan gambar diagram yang kita inginkan. Dalam URL tersebut kita sisipkan informasi-informasi diagram seperti apa yang ingin kita sajikan, berikut datanya-datanya.

Selengkapnya

Fitur WordPress 2.4 untuk Para Pecinta Fotografi

Kemarin saya mencoba-coba mengintip janin WordPress 2.4 kini sudah dalam trimester ke 3. Umur-umur segini memang tepat waktunya untuk menyinkronkan berkas pelokalan Bahasa Indonesia, supaya nanti proses persalinannya bisa berlangsung normal (rilis versi Bahasa Indonesianya tidak terlambat). :D

Jadi langsung saja saya perbarui salinan kerja SVN WordPress ke HEAD nya, saat itu revisi 6342. Setelah skrip shell untuk menggenerasi berkas templat (wordpress.pot) saya eksekusi, saya gunakan berkas yang dihasilkan untuk untuk memperbarui berkas pelokalan Bahasa Indonesia yang terakhir (2.3.1). Ketika membukanya di poEdit, saya terkejut melihat stringstring barunya, terutama adanya kata-kata ini: Aperture, Focal Length, ISO dan Shutter Speed. Hah.. Serius?

String-string dalam WordPress 2.4

Selengkapnya

Medicine 2.0

Maaf, saya tidak tahu apakah ini cocok diterjemahkan sebagai Kedokteran 2.0, jadi saya gunakan istilah asli apa adanya.

Masih ingatkah? Kira-kira setahun sampai dua tahun yang lalu ramai diperbincangkan mengenai web 2.0. Web 2.0 sendiri sebenarnya tidak terlalu konkrit, tidak ada batas tegas kapan web ber-revolusi menjadi versi 2.0. Sebagian orang yang pragmatis pun beranggapan ini cuma jargon untuk kepentingan komersiil belaka.

Dalam segi pengertianpun, berbagai sumber menyebutnya dengan cara berbeda. Namun yang dapat tangkap dan simpulkan, di web 2.0 terdapat perbedaan dalam hal:

  1. Konten web tidak lagi didominasi oleh provider-provider besar yang bergerak di bidang informasi, melainkan bergeser ke arah pengguna, dengan menjamurnya blog, social networking, wiki, video, podcasting dan layanan-layanan lain yang memperbolehkan pengguna mewarnai jagad maya ini
  2. Lebih dinamis. Semua informasi di web selalu bergulir. Jika suatu situs statis, maka ia akan tenggelam di tengah arus informasi situs-situs lainnya
  3. Teknologi-teknologi baru seperti AJAX, sindikasi, dsb

Karena sudah begitu berbedanya web zaman dulu dengan zaman sekarang, maka dikatakan web telah berganti generasi.

Apa hubungannya web 2.0 dengan medicine 2.0?

Selengkapnya