Kecanduan Merokok dan Lobus Insularis Cerebri – Peluang Pengembangan Terapi Baru?

Tadi siang di lobby FK Undip saya melihat majalah dinding PMM, salah satu BSO kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya Mil… :) ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok.

Beberapa bulan lalu ada tulisan menarik tentang hubungan kebiasaan merokok dengan lobus insularis – salah satu bagian dari cerebrum. Penelitian yang dipimpin oleh Nasir H. Naqvi menunjukkan bahwa para perokok yang mengalami stroke dan mengalami kerusakan insula (lobus insularis) akan cenderung mudah untuk berhenti merokok dibandingkan dengan yang mengalami kerusakan bagian otak lain. Bahkan lebih dari sekedar berhenti, mereka juga menjadi jijik dengan rokok serta baunya. Mereka berubah dari pecandu rokok menjadi anti-perokok.

Insula merupakan bagian otak besar yang letaknya agak tersembunyi di dalam sulcus lateralis – sebuah kantung yang memisahkan lobus temporalis dan lobus parietalis. Jadi bagian ini tidak terlihat jika melihat otak dari arah lateral (samping), kecuali jika lobus temporalis disingkirkan terlebih dahulu.

Kenyataan yang dilaporkan oleh Naqvi et al tersebut menunjukkan bahwa insula merupakan bagian dari otak yang berperan dalam patogenesis kecanduan merokok. Tentunya ini bisa dijadikan target dalam terapi kecanduan rokok. Terapi operatif dengan cara merusak bagian ini tidak disarankan karena kedekatannya dengan area brocca (area bahasa). Namun terapi farmakologis yang ditargetkan ke insula suatu saat mungkin dapat dilakukan.

Mengutip satu pernyataan yang cukup menggelitik dari blog Action Potential:

Nicorette be damned! Quitting smoking is easy…if you’ve had a stroke.

13 komentar pada “Kecanduan Merokok dan Lobus Insularis Cerebri – Peluang Pengembangan Terapi Baru?

  • 17 April 2007 pada 19:45
    Permalink

    weleh.. bahasa medis kabeh ik.. :((

    sing penting, SAYA NDAK NGEROKOK!! tapi dirokok b-)

  • 18 April 2007 pada 09:55
    Permalink

    hmm,,, info yg keren… wah, keknya lebih enak kalo materi kuliah disampekan via blog aja kyk gini aja ya? :P

  • 18 April 2007 pada 21:16
    Permalink

    Wah aku ndak ngerti… jadi kalo diterjemahkan ke ‘bahasa manusia’ apa?

  • 19 April 2007 pada 15:07
    Permalink

    Hmmm… bahasa yg sulit dicerna… :-?
    But, thx infonya.

  • 19 April 2007 pada 15:51
    Permalink

    wah dari dulu memang tidak punya kecenderungan merokok..:)
    trims buat komentarnya ya.

  • 20 April 2007 pada 00:50
    Permalink

    tolonglah saya berhenti merokok..!!
    saya pengen berhenti tapi susah bangeeet..!!:((:((

  • 21 April 2007 pada 20:21
    Permalink

    @zam & deniar:
    sekali2 belajar memahami tulisan di bidang lain dong…!

    @dr. dani:
    hmmm.. mungkin ya.. (gak tau sih)

    @chocoluv:
    thx… klo aku ntar jadi dosen mgk aku bakalan bikin kayak gitu

    @nilla:
    ya.. pengen make bahasa2 awam tapi ntar kepanjangan ;))

    @diditho:
    bagus deh pak..!! tetep pertahankan!

    @junhit:
    mungkin bisa dicoba tuh, didedel trus insulanya dirusak… hehehe =))

  • 24 April 2007 pada 00:12
    Permalink

    got punched by the last quote. ouch..!!

  • 24 April 2007 pada 12:35
    Permalink

    ass..mas Huda…
    salm kenal dri Us.
    aq pumya tmen yg kcanduan ngerokok, dia pngen berhenti n lepas dari kecanduan itu tpi lingkungan dmna dia tinggl -mndkung, ap mas Huda bisa bntu kasi solusi buat tmenku ini.
    ^:)^ thank be4 n aft….ya..
    wss…..

  • 25 April 2007 pada 03:11
    Permalink

    manggut2 aja baca postingan huda :D

    btw, kalo ada waktu, ikutan polling banner piala kemenangan Nona Nieke,, Blog “Award” di blogku ya huda, makasih :) . skalian iklan neyh? :D

  • 28 April 2007 pada 07:42
    Permalink

    dan lucunya
    kok saya enteng2 aja ya mau ngerokok apa ngga
    dan anehnya
    temen-temen saya kok pada susah ya mau berhenti ngerokok?
    bener2 hal yang aneh

  • 28 April 2007 pada 18:52
    Permalink

    kalo deket area broca, bahaya atuh,, bisa afasia!! :o
    udahlah, pake motivasi aja ya nyetop rokoknya, abis resikonya dong,, aduuhh,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *