Situs Beta NEJM

NEJM sedang mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memanjakan para pembaca setianya – para dokter, peneliti, serta mahasiswa melalui internet. Beberapa fitur-fitur baru yang sedang digodok tersebut bisa dilihat di situs beta nya: http://beta.nejm.org.

Jika menilik halaman tersebut, kita bisa melihat daftar 12 proyek yang sedang dikerjakan. Tiga proyek yang sudah ‘lulus’ uji coba yaitu:

  1. New Powerpoint-compatible slide sets
  2. Image of the week RSS feed
    Kalau sering membaca NEJM, pastinya sudah sering melihat gambar-gambar keren, unik, sampai aneh dalam praktik kedokteran. Saat ini ada RSS feednya.
  3. handheld.nejm.org
    Membaca NEJM dari PDA jadi semakin mudah (sayang gak nduwe)

Proyek lainnya yang masih dalam tahap uji coba (tapi sudah bisa dicicipi) di antaranya ialah video player selayar penuh untuk memutar ‘NEJM Videos in Clinical Medicine’, rangkuman mingguan NEJM dalam format audio, mendengarkan artikel-artikel Full-Text dalam kategori ‘Clinical Practice’, feed audio wawancara yang dilengkapi dengan PDF, fitur untuk melihat gambar-gambar ilustrasi dari artikel dalam konteks tertentu, fitur Most Popular, widget search untuk mencari artikel di NEJM langsung dari desktop, modifikasi fasilitas pencarian yang menggambarkan opini komunitas, dan seksi ‘Book Review’ yang kini terhubung langsung ke Amazon (kalau-kalau situ mau beli :D ).

This beta site is part of our commitment to physicians who “Never Stop Learning”.

Kalau mencari jurnal NEJM di perpustakaan FK, pasti yang ketemu edisi yang agak lama, berbulan-bulan sampai bertahun-tahun yang lalu. Jadi versi online jurnal ini amat membantu. Apalagi kalau sudah ada fitur sindikasinya seperti saat ini.

Kecanduan Merokok dan Lobus Insularis Cerebri – Peluang Pengembangan Terapi Baru?

Tadi siang di lobby FK Undip saya melihat majalah dinding PMM, salah satu BSO kemahasiswaan di FK Undip mulai digarap. Lumayan besar dan menarik juga, ada batang rokok raksasa digantung. Sepertinya sudah mulai keliatan lagi geliatnya, karena akhir-akhir ini BSO ini kurang tampak kegiatannya (maaf ya Mil… :) ). Jadi ingin membahas sedikit tentang masalah merokok.

Beberapa bulan lalu ada tulisan menarik tentang hubungan kebiasaan merokok dengan lobus insularis – salah satu bagian dari cerebrum. Penelitian yang dipimpin oleh Nasir H. Naqvi menunjukkan bahwa para perokok yang mengalami stroke dan mengalami kerusakan insula (lobus insularis) akan cenderung mudah untuk berhenti merokok dibandingkan dengan yang mengalami kerusakan bagian otak lain. Bahkan lebih dari sekedar berhenti, mereka juga menjadi jijik dengan rokok serta baunya. Mereka berubah dari pecandu rokok menjadi anti-perokok.

Insula merupakan bagian otak besar yang letaknya agak tersembunyi di dalam sulcus lateralis – sebuah kantung yang memisahkan lobus temporalis dan lobus parietalis. Jadi bagian ini tidak terlihat jika melihat otak dari arah lateral (samping), kecuali jika lobus temporalis disingkirkan terlebih dahulu.

Kenyataan yang dilaporkan oleh Naqvi et al tersebut menunjukkan bahwa insula merupakan bagian dari otak yang berperan dalam patogenesis kecanduan merokok. Tentunya ini bisa dijadikan target dalam terapi kecanduan rokok. Terapi operatif dengan cara merusak bagian ini tidak disarankan karena kedekatannya dengan area brocca (area bahasa). Namun terapi farmakologis yang ditargetkan ke insula suatu saat mungkin dapat dilakukan.

Mengutip satu pernyataan yang cukup menggelitik dari blog Action Potential:

Nicorette be damned! Quitting smoking is easy…if you’ve had a stroke.

Mainan Baruku

Mari kita isi blog ini dengan tulisan gak penting lagi (habis lagi gak ada yang mau ditulis). Bagi mereka yang mampir ke blogku demi mencari suatu informasi yang bermanfaat, maaf ya.. :D. Tidak usah mengklik link ke artikel lengkapnya juga gak apa-apa (tapi sebaiknya diklik aja :D). Tapi Insya Allah postingan yang berikutnya setelah ini kembali sarat akan informasi yang bermutu seperti sedia kala (hoek.. hoek.. cuh..).

Kali ini aku kepengen nunjukin mainan-mainan baruku. Sebenarnya udah lama sih pesennya, tapi baru aku ambil kemarin – karena aku dapat kelompok Panum yang mendapat pelajaran PPGD (Penanganan Pasien Gawat Darurat) untuk putaran pertamanya, yang tentunya gak pake alat-alat ini.

Alat Kesehatan & Kedokteran

Selengkapnya

Blog, Potensi Media Alternatif – Kesimpulan dari Acara e-Life Style Metro TV

Menjelang siang hari ini, setelah menonton MTV Pimp My Ride, tidak sengaja aku lihat iklan e-lifestyle untuk hari ini juga. Sekilas yang membuat aku menarik, yang akan dibahas dalam acara e-lifestyle hari itu ialah tema berjudul “Malaysia Diguncang Para Blogger”. Melihat cuplikannya, serta screenshot blog yang ditampilkan, langsung aku tahu kalau ini masalah tulisan blog Nila Tanzil, reporter SCTV yang membuat Menteri Pariwisata Malaysia marah. Kebetulan saya pernah membaca tentang ini dari Blog Tempointeraktif. Secara aku blogger juga, jadi tertarik untuk melihatnya.

Tapi ternyata topik episode e-lifestyle hari itu ialah “Blog – Potensi Media Alternatif” (tidak sama persis seperti yang diiklankan :d ). Salah narasumber yang diajak berbicara di situ ialah Budi Putra, Wimar Witoelar, dan Nukman Luthfie.

Kasus yang menjadi perhatian di sini (mungkin ada yang belum pernah membaca), berawal dari reporter SCTV yang diundang oleh Malaysian Tourism Board untuk meliput pembukaan Floral Festival 2007 di Malaysia. Namun setibanya di sana, mereka malah tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. Alhasil, reporter tersebut menuliskan pengalaman mereka di blog pribadi mereka. Namun rupanya tulisan blog ini sampai mendapat perhatian Malaysian Tourism Board. Belakangan, Menteri Pelancongan Malaysia Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor bahkan sampai mengatakan “bloggers are liar” tanggal 8 Maret 2007.

All bloggers are liars, they cheat people using all kinds of methods. From my understanding, out of 10,000 unemployed bloggers, 8,000 are women.

Yang saya simpulkan dari acara tersebut, blog memang fenomena yang cukup mengagumkan, yang membuka pintu bagi seluruh orang untuk mempublikasikan tulisan mereka ke seluruh dunia dengan begitu mudahnya. Namun para blogger masih menganggap bahwa blog merupakan wilayah pribadi mereka, padahal setelah mereka menekan tombol “Publish”, tulisan itu dapat dibaca oleh jutaan orang.

Selengkapnya