WordPress Bahasa Indonesia

Bangsa yang besar selalu mencintai serta bangga akan jatidirinya. Salah satunya ialah bangga terhadap bahasa nasional. Bagaimana dengan bangsa kita? Akhir-akhir ini mulai marak judul-judul lagu serta film dalam negeri yang menggunakan bahasa Inggris. Tidak salah sih kalau sekedar bentuk kebebasan berekspresi. Namun yang perlu dipertanyakan ialah hal yang mendorong ekspresi tersebut. Apa mereka menganggap bahasa Indonesia itu ketinggalan jaman, kampungan, ndeso?

Untuk istilah teknologi informasi bahkan kebanyakan orang lebih familiar dengan bahasa Inggris ketimbang bahasa Indonesia. Berapa persen orang sih yang tahu padanan kata download atau upload di bahasa Indonesia? Ya, kalau masalah ini juga masih disebabkan karena minimnya pengembang aplikasi dalam negeri. Tapi saya salut dengan sebagian media-media cetak dalam bidang IT kita yang membudayakan bahasa Indonesia dengan agak ‘memaksa’ menerjemahkan istilah-istilah seperti itu ke dalam bahasa Indonesia.

Ingin mengaplikasikan bahasa Indonesia ke dalam blog ini, yang berjalan di atas CMS WordPress, beberapa waktu yang lalu saya menjelajahi Codex nya WordPress, yang mereka sebut sebagai ‘the bible of WordPress’ untuk mencari internationalization WordPress, alias versi bahasa asing (bahasa selain bahasa Inggris) dari aplikasi web tersebut. Saya menemukan tautan ke versi bahasa Indonesia. Tetapi alangkah sayang ternyata tautannya sudah kadaluwarsa.

Akhirnya saya membuat localizationnya sendiri. Cara kerja localization WordPress memakai gettext translation framework, yaitu dengan mengganti semua string bahasa Inggris dalam fungsi _e($message) dan __($message) dengan padanan katanya yang sudah tersusun dalam suatu file. Jadi setiap kali ada request halaman, selain melakukan berbagai macam fungsi guna merangkai data-data posting, komentar, dan sebagainya, WordPress juga melakukan fungsi berikutnya yaitu menerjemahkan. Berat juga ya. Untungnya daftar padanan kata tersebut dibaca dari sebuah file binary (bahasa mesin), bukan file ASCII.

File berekstensi .mo (Machine Object) yang saya compile ini bisa diunduh para pengguna WordPress di sini. Lihat bagian akhir posting ini.
Instalasi:

  • Unggah file id.mo yang terdapat dalam file wp_id.zip ini sehingga path file tersebut menjadi /wp-includes/languages/id_ID.mo Secara default direktori /languages/ tersebut tidak ada. Jadi buatlah terlebih dahulu
  • Buka file ‘/wp-config.php’ Anda. Pergilah ke baris yang bertuliskan define ('WPLANG', ''); dan ubahlah menjadi define ('WPLANG', 'id_ID');
  • Reload halaman Admin Anda. Jika Anda pergi ke halaman admin, maka antarmuka menu-menu di sana akan berubah menjadi bahasa Indonesia

Selengkapnya

WYSIWYG Editor di Situs Web Buatan Sendiri

Dalam membuat situs web yang dinamis, yang kontennya diharapkan dapat secara rutin diupdate, satu hal yang harus dipikirkan oleh pemrogram web ialah kemudahan pengisian konten. Ambil saja contoh, sebuah situs berita. Pemrogram web situs berita tersebut harus dapat menciptakan antarmuka yang mudah digunakan untuk memasukkan berita.

WYSIWYG/Rich Format Editor

Dengan menggunakan Content Management System, terutama yang biasa digunakan untuk pembuatan blog seperti WordPress, tentunya hal ini tidak perlu kita pikirkan lagi. Tapi, bagaimana jika kita ingin membangun script untuk situs web kita sendiri dari nol?

Untuk membuat antarmuka pengisian artikel, biasanya kita menyediakan form dengan menggunakan tag “textarea” sebagai tempat memasukkan konten berita. Dengan menggunakan tag ini, kita dapat memasukkan berita dalam bentuk plain text dengan jumlah karakter yang besar. Kita pun dapat memasukkan kode-kode HTML untuk mengatur layout, format teks, serta tipografi berita tersebut.

Namun, menggunakan sistem pengisian berita dengan tag-tag HTML tidak semudah itu. Selain tidak praktis, tidak semua orang menguasai kode HTML. Ini tentunya menjadi kendala jika kita mempercayakan orang yang tidak mengerti kode HTML untuk menjadi seorang kontributor ataupun penulis berita yang langsung diberi akses ke halaman antarmuka pengisian berita tersebut.

Salah satu solusi hal ini ialah dengan menyediakan sebuah editor WYSIWYG (What You See Is What You Get) dalam antarmuka pengisian berita di situs web kita. Dengan editor WYSIWYG ini, seorang yang hendak mengisi berita akan dihadapkan dengan form yang dilengkapi berbagai toolbar untuk melakukan pemformatan teks serta paragraf, penambahan tautan, sampai memasukkan gambar ke dalam teks. Setiap kali kita melakukan pemformatan, editor secara otomatis menambahkan atau mengurangi kode HTML di belakang layar, sedangkan yang ditampilkan kepada pengguna ialah hasil pemformatannya (Rich Text Format) atau mendekati preview tampilannya dalam halaman web. Cara inilah yang biasa diterapkan dalam CMS atau situs-situs penyedia hosting blog.

Selengkapnya