Stop AIDS! Keep The Promise

Satu Desember, hari di mana orang-orang di seluruh dunia menunjukkan rasa simpati mereka terhadap para penderita AIDS. Lihat saja banyaknya daftar kegiatan kampanye anti AIDS dari berbagai negara yang disusun secara beramai-ramai oleh para penyelenggaranya masing-masing yang bisa dilihat secara online di http://www.worldaidscampaign.org/.

Tema yang diusung oleh World AIDS Campaign dalam World AIDS Day tahun ini ialah “accountability”, dengan slogan “Stop AIDS. Keep The Promise”. Slogan ini merupakan kelanjutan dari slogan World AIDS Day sebelumnya, yaitu “Make the Promise”, dan akan terus digunakan hingga tahun 2010.

Kalimat “Keep The Promise” pada slogan tersebut merupakan peringatan bagi warga dunia bahwa kita semua telah berjanji untuk menurunkan prevalensi AIDS dari muka bumi ini pada tahun 2015. Ini sesuai dengan Millennium Development Goals (MDGs), suatu komitmen bersama yang dideklarasikan pada bulan September tahun 2000 oleh 189 negara. MDGs menargetkan delapan sasaran utama berikut dapat tercapai pada tahun 2015, yaitu:

  1. Eradicate extreme poverty and hunger
  2. Achieve universal primary education
  3. Promote gender equality and empower woman
  4. Reduce child mortality
  5. Improve maternal health
  6. Combat HIV/AIDS and other diseases
  7. Ensure environmental sustainability
  8. Develop a global partnership for development

Menurut Direktur Eksekutif World AIDS Campaign, Marcel van Soest, pesan “accountability” ini ditujukan kepada seluruh pemimpin dari seluruh stakeholder termasuk masyarakat sipil, sektor bisnis, organisasi multilateral seperti PBB, serta pemerintah. Tema ini memastikan agar janji dunia terhadap masalah AIDS terus dimonitor dan harus ditepati.

Saat ini sekitar 40 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV. 25 juta di antaranya hidup di Afrika. Jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pemerintah, dalam hal ini perlu untuk melaksanakan hal-hal berikut:

  1. Pengalokasian dana untuk program pemberantasan HIV/AIDS
  2. Menjamin terjangkaunya obat
  3. Memperbaiki serta memperkuat sistem kesehatan
  4. Kontrol, atau bahkan penghapusan prostitusi
  5. Membangun kesadaran serta mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif

Permasalahan Sosial Akibat HIV/AIDS

Permasalahan HIV/AIDS memang sangat berbeda dengan penyakit-penyakit lainnya. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, namun juga bersinggungan dengan sendi-sendi permasalahan psikososial, agama, ekonomi dan budaya. Tidak heran memang jika semua orang – bukan hanya dari kalangan medis – aktif menyuarakan kampanye anti AIDS.

Pemberian stigma tertentu terhadap penderita HIV/AIDS, misalnya, membuat para penderita kehilangan haknya untuk diterima dalam masyarakat. Produktivitas mereka menurun tajam dikarenakan penolakan lapangan kerja terhadap mereka. Padahal pengobatan rutin untuk mengendalikan kadar HIV darah untuk mencegah manifestasi penyakit membutuhkan dana yang tak kecil.

Akses mereka terhadap pelayanan kesehatan pun menjadi terbatas. Hal ini dikarenakan tidak semua pelayanan kesehatan siap melaksanakan prosedur blood safety untuk mencegah penularan HIV/AIDS ke pasien yang lain, suatu hal yang amat disayangkan memang.

Pelanggaran hak asasi manusia pada penderita HIV/AIDS juga termasuk hak untuk memiliki keturunan. Menurut data dari UNAIDS, 60% wanita Indonesia yang terbukti HIV positif disarankan untuk tidak memiliki keturunan. 5% wanita Indonesia dengan HIV terpaksa melakukan aborsi agar tidak melahirkan anak dengan HIV positif pula.

Kampanye Anti HIV/AIDS

Sudah menjadi tradisi pada World AIDS Day untuk menggunakan warna merah pada objek-objek promosi, seperti pita, banner, kaos, dan spanduk. Biasanya kelompok-kelompok masyarakat mengadakan berbagai macam event seperti long march, acara amal, pertunjukan musik, dan sebagainya. Salah satu contohnya, di Semarang dilaksanakan pemecahan rekor pembuatan konfigurasi pita merah dari manusia yang diikuti berbagai macam elemen masyarakat. Orang-orang mengenakan pakaian merah berbaris dengan rapi membentuk barisan berbentuk pita, simbol simpati terhadap penderita HIV/AIDS.

Slogan ABC (Absence, Be Faithful, Condom) sepertinya sudah akrab di telinga kita masing-masing. Namun sayangnya penekanan terhadap ‘C’, yaitu kondom dapat disalahartikan sebagai pemberian izin terhadap free sex. Seharusnya kita tidak mengadopsi begitu saja alat kampanye yang digunakan di negara barat. Sebaiknya dicari alat kampanye lain yang lebih sesuai dengan corak budaya bangsa, misalnya menekankan pada aspek Iman dan Taqwa. Hal ini sangat jarang terdengung di telinga kita. Mungkin karena paradigma masyarakat Indonesia yang selalu menganggap apa-apa yang berasal dari barat itu lebih baik.

Satu hal yang pasti, Hari AIDS Sedunia hanya sebuah simbolisasi yang menunjukkan bahwa dunia ini sadar akan bahaya HIV/AIDS dan membutuhkan kerjasama dari seluruh penduduk dunia. Namun eradikasi HIV/AIDS tidak cukup bila hanya dilaksanakan satu hari penuh setiap tahunnya, apalagi bila hanya diisi dengan penyelenggaraan acara-acara serta kampanye masif yang melibatkan banyak orang. Tindakan-tindakan nyata kita sehari-hari selain satu hari itu lebih berarti. Mari kita berusaha menepati janji seluruh umat manusia ini. Stop AIDS. Keep The Promise!

5 komentar pada “Stop AIDS! Keep The Promise

  • 30 Agustus 2007 pada 15:04
    Permalink

    HIV AIDS hArUs dI tAnGgUlAnGi TuWh. dRpDa nYeBaR kE mNa – mNa. tRuS,,, aDaIn j9a dUnX pEnYuLuHaN kE xUL – XuL. bIaR aNx xUL j9a pDa wAspAdA. kEy . . ,

  • 31 Agustus 2007 pada 17:46
    Permalink

    Thx mbak utk komentarnya :) Temen2 jg sudah berkali2 kok ngadain penyuluhan.. mulai dari ke sekolah2x sampai ke lokalisasi. Silaturahmi dengan para pengidap pun terjalin dengan baik.. :) Bahkan di klinik2 VCT pun juga kadang2 temen2 di kedokteran melakukan pendampingan pada pasien, terutama yg baru divonis HIV :).

  • 17 September 2007 pada 21:30
    Permalink

    jauhilah penyakit ini, tapi rangkul dan bersahabatlah dengan mereka yang terinfeksi.. moga bagi yang terjangkit diberi kesabaran ketabahan n selalu untuk hidup lebih baik hingga ajal menjemput.. ingat semua akan mati setidaknya bagi yang sudah terjangkit ada waktu untuk bertobat n bisa lebih dekat pada sang Kholik…. allah maha besar

  • 22 September 2007 pada 12:43
    Permalink

    jahuilah penyakit HIV/AIDS karena sesungguhnya penyakit ini akan menyiksa kamu jika kamu terjangkit……………

    INGGGGAATTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  • Pingback: Stop AIDS! Keep The Promise @ kaitou.in.ruangkopi.com ???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *